Rasanya seperti membaca "RECTOVERSO"

Mungkin aku sudah setahun lalu membaca buku ini, tapi didukung dengan cuaca hati yang sama dengan cuaca Bandung hari ini aku jadi mengingat kembali seperti apa rasanya membaca RECTOVERSO. Cuaca Bandung hari ini dimulai dengan hujan di pagi hari, lalu mendung, lalu terang, lalu hujan. Seperti itulah kira-kira hatiku.

Intinya isi buku itu sedih, tapi karena dituliskan dengan cara yang bagus maka jadi cerita sedih yang bagus. Aku merasa hidupku satu bulan terakhir ini penuh dengan cerita. Ada cerita bahagia, sedih, marah bahkan terpuruk dan rasanya ingin tenggelam ke dasar bumi yang jika diceritakan satu persatu sudah pasti akan menghabiskan banyak sekali chapter. Hari ini aku diingatkan kembali dengan rasa membaca Rectoverso, setiap chapter dalam buku itu menceritakan sedih dan betapa kenangan itu bisa menjadi sesuatu yang indah. My heart feeling blue..mungkin seperti itu yang akan dikatakan oleh para pujangga.

Ada cerita bahagia yang sangat ingin aku ceritakan dengan meluap-luap. Ada cerita sedih yang aku ceritakan dengan tangis yang masih tersisa. Ada juga rasa marah yang aku tuliskan dengan bahasa yang aku kemas sedemikian rupa agar tidak menyinggung. Ada rasa terpuruk yang ingin aku bagikan untuk sedikit kembali tersenyum.

Aku seperti biasanya selalu bisa menceritakan ulang apa yang aku alami dalam hidupku dengan mudah. Rasanya aku masih bisa mengingat setiap rasa detik perdetiknya, aku sudah membiasakan ini dari kecil. Aku bisa menceritakan dari awal aku menginjakkan kaki di teras rumah samapai kembali ke dalam rumah. Hal ini membiasakanku untuk terus dapat mengingat setiap pengalaman baik dan buruk dalam hidupku.

Mungkin seharusnya aku sedang merasa bahagia, tetapi entah kenapa bahagiaku terhalang oleh kabut tebal yang dengan menggunakan lampu besar sekalipun tidak bisa ditembus. Aku berpikir apa yang salah? Tapi tidak juga aku menemukan alasan kenapa aku merasa ada yang salah. Memang semua tidak perlu aku ketahui alasannya. Aku harus mengalah pada rasa penasaran yang berlebihan, aku harus bertarung dengan perasaanku yang mengalir deras, aku harus membendungnya untuk kebaikanku.

Berharap pilihanku benar adanya, jangan sampai aku menyesal. Aku teringat satu quote yang aku baca “Never regret. If it’s good, it’s wonderful. If it’s bad, it’s experience”. Kalimat sederhana, yang sangat berarti banyak. Hope there’s so many wonderful thing…

***Really wait for those wonderful, and I never expect that my feeling will be so blue, will you make it red?***

Advertisements

Orang yang Jatuh Cinta Diam-Diam – MMJ- Raditya Dika

Akhirnya bisa baca buku ini, buku tidak penting yang justru jadi sangat penting di saat-saat seperti ini. Pertama mencari di Gramedia Merdeka ternyata habis, sempat kesal tapi akhirnya bisa dapat buku ini di Gramedia IP. Kronologisnya gini, aku masuk ke Gramedia, mencari di komputer dengan kata kunci “Marmut Merah Jambu”, dan whoalaaaaa ada! stocknya tinggal 34 buku tapi masalah berlanjut, aku tidak bisa langsung menemukan buku itu, bahkan tidak ada petugas yang bisa ditanyai di mana buku itu berada. Tapi beruntung seorang teman menemukannya,dan berakhirlah buku itu di tanganku sekarang.

Chapter pertama yang dibaca sebenarnya How I Met You, Not Your Mother. Tapi sepertinya me-review satu-satu lebih enak. Membaca Orang yang Jatuh Cinta Diam-Diam ini sebetulnya membuatku merasa ini sangat AKU. Paragraf terakhir dari chapter pertama itu

“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yg ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yg jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yg kita inginkan. Terkadang yg kita inginkan bisa jadi yg tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yg kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yg jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yg mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian

ya orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Tapi jelas kalau aku tidak menginginkan ini. Jatuh cinta diam-diam itu melelahkan, kita membiarkan seluruh dunia tahu bahwa kita jatuh cinta kecuali orang yang kita cintai itu hanya dengan alasan gengsi atau mungkin justru malu atau malah tidak mampu untuk mencintai dengan terang-terangan.

Buatku bagian paling menyentuh dari chapter ini justru ketika Dika mengutip kalimat Oscar Wilde

“Seperti dua kapal yang berpapasan sewaktu badai, kita telah bersilang jalan satu sama lain, tapi kita tidak membuat sinyal, kita tidak mengucapkan sepatah kata pun,kita tidak punya apa pun untuk dikatakan”

See that, memang seperti itulah orang yang jatuh cinta diam-diam. Begitu seringnya bersinggungan, tapi kadang terlalu sulit untuk membuat sinyal. Mengetahui bahwa kita telah berpapasan, lalu aku malah berusaha lari sekuat mungkin tapi ini bukan karena aku benci, malah justru karena aku tidak bisa mengendalikan detak jantungku sendiri. Jangankan bertemu, hanya dengan memikirkan saja aku sudah dag dig dug, hanya dengan mendengar suaranya di telepon aku bisa merekam jelas seperti apa suaranya, hanya dengan melihat di situs jejaring sosial lalu dengan terus menekan older post sampai lelah aku bisa tersenyum puas sendirian, hanya ketika teman mengingatkan aku padanya wajahku bisa terasa sangat panas. Begitulah orang yang jatuh cinta diam-diam, senang, sedih, kangen hanya bisa dirasa sendirian.

“Orang yang jatuh cinta diam-siam memenuhi catatannya dengan perasaan hati yang tidak tersampaikan..”

Sama saja sepertiku, catatanku penuh tentangnya, entah berapa puluh postingan blog selama 6 bulan yang aku hapus, entah berapa lembar buku harian yang selalu saja bercerita tentang dia, entah berapa banyak arsip sms yang berasal dari dia (jika saja si putih tidak pernah rusak), atau entah berapa banyak received call dan dialled number yang tidak pernah terhapus (kembali jika saja si putih tidak pernah rusak), bahkan gilanya aku masih menyimpan tagihan kartu pasca bayarku yang menuliskan seberapa sering aku menghubunginya (which is tagihan ini adalah tagihan 3 tahun lalu). Memang begitu orang yang jatuh cinta diam-diam, seperti Raditya Dika tuliskan “Orang yang jatuh cinta diam-diam tahu dengan detil semua informasi orang yang dia taksir, walaupun mereka belum pernah ketemu”.

*Aku tidak ingin hanya jadi orang yang jatuh cinta diam-diam
. Chapter ini sudah memberitahu dan mengingatkanku akan banyak hal

Oh no! I’m Fat!

I’m fat…and more fat day after day…huks huks…
hard for me to lose some weight, but wait not only some but a lot weight. Just imagine, my height 165cm and my weight is xxkg (I can’t write it off)..i need to lose maybe about 15-20kg. and how it could be?

Berpikir untuk rajin olahraga tapi berpikir lagi mau olahraga dimana, kalau lari pagi mau lari pagi kemana?POLBAN terlalu horor, ke daerah atas lebih horor lagi. Fitness malah diganti jadwalnya jadi jumat pagi, bagaimana caranya setelah berkeringat lalu harus masuk kerja?Jadi olahraga jadi hanya tinggal keinginan saja.

Berencana untuk mengatur pola makan, berakhir dengan makan gorengan pagi hari, makan berlemak di siang hari, dan makan semaunya di malam hari.

Tidur teratur, ah hanya mimpi saja. Jam 10-11 kadang masih belum bisa tidur, jam 2 bangun dan sulit tidur lagi, jam 4 bisa tidur dan jam 5 atau 5.30 harus sudah bangun lagi

Haduuuh….mulai stress dengan baju yang mulai tidak nyaman dipakai, perut yang semakin tidak enak dilihat, pipi yang semakin chubby, sedih setiap kali berniat membeli baju malah jadi manyun karena tidak ada baju yang pas ukurannya, aku mau lebih kurus!

Baiklah, dalam 3o hari kedepan aku harus bisa menurunkan minimal 5-10 kg. Tapi bagaimana caranya?

1. Mengatur makan. Sarapan harus dikosan, lalu makan siang dan makan malam? di usahakan dikosan juga. Yang artinya, aku harus mencari lauk yang lebih tahan lama. Lidahku masih sering tergoda makan gorengan…

2. Mulai olahraga lagi. Disadari bahwa kegemukan mengakibatkan sering jatuh karena sepertinya kaki tidak kuat menahan berat badan. Waktu untuk olahraga biasanya akan lebih menarik jika digunakan untuk tidur…

3. Tidur teratur. Baiklah, berhenti memikirkan hal lain-lain, dan tidur lebih cepat. Sekarang kan sudah karyawan total, bukan lagi karyawan berstatus mahasiswa jadi tidak ada lagi alasan untuk begadang.

Berharap dengan ini aku akan sukses menurunkan berat badan, bisa memakai baju dengan lebih nyaman, bisa merasa lebih sehat, bisa menurunkan tekanan darah, dan merasa badan lebih ringan.

Amiin

*fat makes me crazy!*

Confession of an American bride


Film ini sebetulnya film yang tidak sengaja Aku tonton dini hari tadi. Aku bangun jam 2.37 karena sakit perut, kedinginan, dan kasur yang tiba-tiba tidak nyaman. Karena Aku penakut, jadi ketika tidur harus ada bunyi yang didengar dan akhirnya TVku tidak pernah dimatikan. Film ini sedang diputar disalah satu stasiun televisi, jadilah aku menonton film ini sampai selesai.

Ini film drama, yeah..i’m a drama movie lover,film drama apapun pasti Aku tonton dengan alasan di film ini tidak ada tembak-tembakan, darah yang berceceran, hantu, psikopat yang meneror, atau alien-alien jahat yang bisa membunuh peradaban manusia. Meski kadang-kadang aku menonton film action, kolosal, science, horor (kecuali horor Indonesia soalnya takut ketemu hantunya, hantu-hantu dari luar negeri sana tidak akan bisa sampai ke Indonesia kan?).

Confession of an American bride, sebetulnya confession itu bisa dirasakan oleh calon pengantin manapun sepertinya. Ketika perempuan sudah dilamar, dan mengatakan “Yes, I do” sepertinya hidup calon pengantin itu mendekati sempurna. Artinya, perempuan itu sudah punya seseorang untuk berbagi sampai akhir hidupnya (so happy ending). Tapi jika kemudian perempuan itu bertemu dengan seseorang dari masa lalunya, yang dulu selalu ada dalam pikirannya, dan ternyata seseorang itu juga punya perasaan yang sama dengannya. Whoala!she’s happy for a momment, dan berpikir andai saja….”…”, perempuan itu hanyut dalam perasaaannya dan secara kebetulan calon suaminya menjadi sangat menjengkelkan maka masalah itu terjadi, dan akhirnya calon pengantin itu memutuskan untuk membatalkan pernikahannya, mengembalikan semua hadiah yang sudah diterima, mencoba menjalani hubungan dengan seseorang dari masa lalunya itu, dan kemudian menyadari bahwa calon suaminya adalah pasangan terbaik yang pernah dia miliki, and then they have a happy marriage ever after.

Pelajaran dari film ini adalah :

  • Finish all of your heart business with person from the past before you say “yes, I do”. Ya jodoh memang tidak ada yang tahu, tapi kan selalu ada tanda yang diberikan untuk setiap pasangan yang berjodoh. Jangan sampai setelah memutuskan untuk hidup dengan seseorang, lalu masa lalu datang untuk menggoda, dan akhirnya tergoda, lalu menyesal.
  • Pernikahan itu butuh perencanaan dan persiapan yang baik. Melihat dari pengalaman pernikahan teman-teman (karena Aku belum menikah), persiapan pernikahan itu banyak sekali, tapi dengan perencanaan yang baik, semua jadi lebih mudah dan pada saat acara berlangsung tidak ada kepanikan yang tidak seharusnya terjadi.
  • Pernikahan itu bukan hanya milik pengantin wanita atau pengantin pria, tapi milik keduanya dan seluruh keluarganya. Sesuatu yang dikerjakan berdua akan lebih baik dibanding dikerjakan sendirian, minta pendapat keluarga minimal orang tua untuk setiap keputusan yang diambil.
  • Nikmati saat pernikahan itu berlangsung. Ya apalagi yang harus dilakukan ketika persiapan sudah dilakukan dengan baik? Nikmati saja, itu pesta penikahanmu dan sudah seharusnya pengantin itu berbahagia.

Free your mind, and face your life happily ever after

UP IN THE AIR


Setelah hampir 3 bulan tidak menonton film karena kesibukan menyelesaikan TA, akhirnya minggu ini Aku mulai kembali untuk menonton film yang seharusnya ditonton sejak berbulan-bulan lalu. Sebetulnya film pertama yang ditonton adalah Avatar, tapi cerita yang itu nanti dulu ah.

Up in the air, film ini sebenarnya sempat mengingatkanku pada saat Aku menghabiskan waktu di darat, air dan udara untuk sebuah pekerjaan 3 tahun lalu. Packing adalah sebuah rutinitas yang selalu dilakukan, semua barang berada dalam koper yang sama agar mudah dibawa kemanapun dan tentu saja untuk lebih menghemat waktu. Koper dan backpack adalah dua jenis tas yang selalu dibawa kemanapun.

Koper, isi tas yang ini adalah beberapa potong celana jeans, banyak kaos, banyak jilbab, banyak undies (karena setiap datang ke satu daerah selalu membeli baru), sarung, kaos kaki, sandal jepit, sepatu dan bantal kecil.

Backpack, isi tas yang ini adalah laptop, buku kecil, buku besar, beberapa pena, baju kaos, jilbab, alat shalat, alat mandi, handuk, lotion anti nyamuk, tisu basah, dompet, charger hp, dan kacamata.

Jadi flyers untuk beberapa saat karena harus berangkat dari satu kota ke kota lain, jadi penumpang mobil selama berminggu-minggu untuk menempuh satu desa ke desa lain, dan menjadi penumpang kapal laut untuk menyebrang dari satu pulau ke pulau lain. Tapi tetap ada satu tempat yang ingin selalu dituju yaitu rumah. Ya, rumah dimana keluargaku akan selalu ada.

Up in the air, film yang memberikan beberapa pelajaran penting (kita akan selalu dapat mendapat pelajaran dari apapun).

  • Sebuah kesempurnaan itu datang dari kebiasaan yang terus menerus dilakukan. Ryan dapat melakukan persiapan perjalanan dinas dengan mudah dan cepat karena dia telah melakukan itu selama 322 hari dalam satu tahun. Sedangkan Natalie, seorang karyawan baru yang baru akan melakukan perjalanan dinas berjalan lambat dengan sebuah koper lama dan barang-barang yang sama sekali tidak cocok untuk dibawa dalam sebuah perjalanan dinas.
  • Personal touch itu penting dalam dunia kerja dan kehidupan pribadi. Begitu banyak kemajuan teknologi saat ini yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya perjalanan dinas atau ongkos pulang ke rumah. Tapi dalam kenyataannya, ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan melalui YM, MySpace, e-mail, telepon, fax, atau sms. Teknologi itu hanya alat bantu yang tidak lebih pintar dari manusia.
  • Idealisme karyawan baru dan pengalaman kerja para karyawan senior adalah sesuatu yang dapat di gabungkan untuk mendapatkan hal yang jauh lebih baik. Seorang karyawan baru dengan pengetahuan baru dan segala idealisme yang dimiliki akan menjadi nilai tambah bagi sebuah perusahaan, dan seorang karyawan dengan pengalaman yang banyak dan sudah tahu segala hal tentang perkerjaannya juga merupakan nilai tambah. Karyawan baru membagi pengetahuannya pada senior, dan senior membagi pengalamannya pada junior. Ini merupakan sesuatu yang jauh lebih positif dibandingkan saling mempertahankan keinginan masing-masing dan akhirnya perang dingin.
  • Keluarga adalah sebuah tempat untuk kita pulang kapanpun. Terlalu lama tidak ada di rumah, kadang membuat seseorang sangat merindukan rumah atau malah bahkan tidak ingin kembali ke rumah. Tapi pada akhirnya, rumah itu akan selalu menunggu kita untuk kembali.

Most of all, film ini sangat bagus. Alur cerita yang rapi, gambar yang bagus, kata-kata yang lugas dengan pemikiran yang baik dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini.

Life’s better with company, everybody needs co-pilot.

Benci

Aku benci saat kamu datang berhasil menggoyahkan duniaku yang hampir sempurna
Aku benci saat kamu menghilang lagi dan membuatku terluka
Aku benci saat kamu datang lagi dalam kehidupanku
Aku benci kamu karena apa yang kamu lakukan
Aku benci kamu karena kamu pergi begitu saja
Aku benci kamu karena kamu hanyalah sang maya
Aku benci kamu karena kamu selalu saja bisa membuatku tersenyum
Aku benci kamu karena kamu bisa membuatku melupakan segala bebanku
Aku benci kamu karena kamu bisa membuatku rindu
Aku benci kamu karena bisa membuatku melompat girang seperti anak kecil
Aku benci kamu karena tanpa perlu melihatmu aku merasa pipiku memanas
Aku benci kamu karena kamu datang terlambat dalam kehidupanku
Aku benci kamu karena kamu membuatku berpikir tentang masa depan yang indah
Aku benci kamu karena segala apa yang kamu punya
Aku benci kamu karena kamu telah membuatku jatuh cinta

Aku benci kamu

Setelah nonton KAMBING JANTAN sendirian



Akhirnya setelah menunggu sekian lama, jadi juga nonton film Kambing Jantan. Padahal ya, buat informasi aja sih, aku dapet tiket gratis premier Kambing Jantan di PIM tanggal 3Maret 2009 sebagai hadiah dari pasang banner nya film itu di blog. Tapi ya mau gimana lagi…pake acara sakit sih jadi ajah…

Sebenernya sih kemaren juga ga terlalu niat buat nonton, soalnya pas aku ngajak temen buat nonton dia malah bilang “jangan sekarang atuh, nanti2 aja nontonnya, gw lagi seret banget nih bulan ini, ga mau ganggu tabungan gw” (yah aku suka sama cowok yang konsisten kayak temenku ini), trus aku pikir ya udahlah pulang aja daripada ga ada temen. Tapi…angin berkata lain(halah….), pas udah belok laswi, trus ke arah BSM, tadi nya mo belok kanan, tapi tiba2 malah lurus aja, trus akhirnya masuk ke parkiran BSM deh. Waktu itu yang ada di pikiranku, “nonton Kambing Jantan ah, dapet jam berapapun nonton aja, mungkin bisa ketawa2” dan masuk pelataran BSM trus lewatin security check, trus naek lift, trus masuk ke XXI, dan TARA…..Kambing Jantan, Studio 1, jam 18.30, cek jam, baru jam 18.10, akhirnya aku beli deh tiketnya, beli lemon tea daripada ngelamun sendirian sambil nunggu pintu studio dibuka, aku sengaja memilih kursi ke 3 dari belakang, soalnya kemaren tuh sepi banget dan selain aku tuh pasangan semua yang nonton, daripada bete ngeliat orang peluk2an di bioskop, mendingan cari tempat paling kosong aja.

Pas ticket check aku sempet denger petugasnya bilang “gaul banget ya“, klo baca ini terus berpikir klo aku bergaya anak muda gaul banget, dengan penampilan CEWEK BANDUNG banget, itu salah total. Karena aku kemaren nonton pas pulang kerja, jadi aku masih pake baju kerja rapi gitu, kayak ibu2!!!(oh my…..saltum nih mo nonton film ginian), tapi show must go on kan, klo dia liat KTP ku terus baca tanggal lahir pasti kaget juga kok

Review film Kambing Jantan nya….
1. Film nya bagus kok menurutku, padahal temen2ku bilang film nya biasa aja. Klo di tonton sekali lagi, bakal kerasa banget klo film ini mainin emosi, kadang lucu ampe bikin ketawa ngakak, kadang melankolis ampe air mata agak menetes. So, salah satu kriteria film bagus menurutku adalah film yang bisa maenin emosi kita sebagai penonton.
2. Ok, mungkin ceritanya lain dari buku nya. Tapi yang mesti di inget lagi sebelum nonton, Raditya Dika pernah posting di blog nya klo film tuh emang beda dari buku nya, tapi benang merahnya tetep sama. Dan memang benar, aku beruntung karena udah agak lupa sama cerita buku nya jadi menurutku cerita film ini tetep bagus
3. Nonton sendirian film ini, bikin aku terlihat agak ga waras. Bentar ketawa, bentar nangis, bentar diem, bentar liat2 hape nunggu balesan sms. Tapi at all, film ini emang bagus..

Ya kesimpulannya, nonton film sendirian bikin berhenti memikirikan banyak hal. Setelah kemaren sempet ga bisa berhenti mikirin hal2 yang rumit, dan rasanya otakku kesemutan saking banyaknya yang dipikirin, pas nonton semuanya berhenti dan sempet hilang, yang ada aku menikmati ada di bioskop dan lagi nonton film Kambing Jantan (bukannya emang lagi nonton film itu ya???). Aku merasa pilihan yang tepat untuk menghibur diri dengan nonton sendirian, ketika aku merasa tidak ada seorang teman pun yang bisa aku jadikan tempat cerita. Masalah tuh seolah menguap begitu saja, dan otakku kembali berfungsi dengan baik ketika aku melangkah keluar dari pelataran BSM.

Hikmah dari nonton film ini sendirian..

1. Menikmati film secara total, jadi bisa menilai film dari sisi objektif nya
2. Aku suka cara Raditya Dika menilai suatu masalah, buat dia sepertinya hidup sesulit apapun akan selalu menjadi cerita yang layak dan patut untuk diperbincangkan (kayak gosip gini)
3. Refresh otak yang udah cape
4. Bikin kangen…LDR emang susah ya???tapi kan ada 2% yang sukses, dan aku berpikir positif kalo ceritaku ada di bagian 2% itu

LDR????? Long distance relationship, bukan Long D**** Reduction ^_^