Barang Mewah

Percakapan singkat sepasang suami istri

Istri : Sayang….

Suami : Apa?

Istri : Pengen beli barang mewah deh buat di dapur

Suami : Mau beli apa gitu?

Istri : Langseng!!! ( panci kukus, bahasa Sunda)

Suami : (melongo)

Suami, maafkan saya kalau bayangan barang mewah yang saya inginkan jauh dari yang kamu bayangkan

Hahahahaha….

Sampai tadi siang, suami saya masih bertanya “jadi ga mau beli barang mewahnya?” hahahahaha

Advertisements

Bulan ke-4

4 bulan sudah berprofesi sebagai istri, Alhamdulillah saya menikmati semua waktu yang sudah berlalu (atau terlalu menikmati?) dan menjadi istri adalah profesi seumur hidup yang akan saya jalani.
Sudah bisa apa?
Saya baru belajar main rumah-rumahan kok, dan akan selalu belajar untuk membangun rumah sesungguhnya.
Hidup terpisah dengan suami dan hanya bertemu 2 malam dalam seminggu itu rasanya, susah, senang, rindu menjadi satu. Ingin rasanya setiap malam saya makan di meja yang sama dengan suami, setiap pagi bertemu menikmati sarapan dan mengisi bahan bakar semangat untuk satu hari.
Tapi ternyata saya sudah berhasil melewatinya selama 4 bulan ini.

Saat Rindu

Setelah seminggu berkutat dengan teori-teori pengadaan barang dan jasa pemerintah, tiba-tiba saya merasa menjadi seorang yang lupa dengan ilmu teknik yang saya miliki. Terlalu banyak jejalan informasi baru yang masuk ke kepala saya, ah memang dasar bukan penyimpan memori tentang hal-hal yang teoritis 😀 . Hari ini saya menjalani ujian sertifikasi, dan kalau lulus ini adalah sertifikasi pertama yang saya miliki. Teman-teman engineer saya pasti sudah memiliki setumpuk setifikat nasional dan internasional yang bisa “dijual”, dan saya cuma punya satu itu pun tidak ada hubungannya dengan bidang keilmuan yang saya tekuni.

Ah, saya rindu masa lalu…

Bukan di kota sejuk ini, tapi di kota metropolitan yang sibuk dan selalu tidak pernah berhenti beraktifitas. Saya rindu kebebasan yang saya rasakan saat melalui jalan tol yang sepi di pagi hari, ketika saya bisa menginjak pedal gas dengan bebas. Saya rindu kebebasan melihat lampu kota yang cantik, ketika saya mengendarai kendaraan dengan pelan di dini hari. Saya rindu berkutat dengan mesin di sebuah ruang kotak kecil bersuhu dingin. Saya rindu kesibukan yang membuat saya sangat menghargai waktu luang. Saya rindu berada di sebuah kedai kopi di malam hari setelah segala hal yang saya lalui hari itu. Saya rindu pengapnya sebuah pusat penjualan dvd bajakan yang membuat saya selalu kembali setiap minggunya. Saya rindu tawa-tawa di bawah pohon rindang setiap pagi. Saya rindu makanan di warteg pojok jalan kecil. Saya rindu teriakan project manager setiap pagi.  Saya rindu semua, bahkan sampai playlist radio yang memutar lagu yang sama sampai berpuluh kali di hari yang sama.

Ternyata memang benar ya, ketika suasana sekarang sedang luar biasa tidak nyaman rasa rindu akan masa lalu sering tiba-tiba muncul.

 

 

NYE

2011 beberapa jam lagi akan berlalu, saya dan suami memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan home teather saja (baca: nonton dvd ) lengkap dengan popcorn dan minuman dingin.

Perjuangan menghabiskan 2011 dimulai dengan membuat popcorn yang ternyata tidak semudah yang dibayangkan, rasanya kalau ingat Mamah dirumah hanya dengan panci panas dan digoyang-goyang sudah selesai. Pada kenyataannya kami membuat rumah seperti sedang membakar sate, penuh dengan asap. Dan setelah bisa membuat satu toples besar popcorn, ternyata popcorn itu tidak bisa dimakan karena bumbu barbeque yang digunakan terlalu menyengat hidung sehingga setiap kami menyuap satu buah popcorn akan diikuti dengan 3 kali bersin. Akhirnya kamu hanya telungkupan di depan tv nonton dvd, plus menikmati suguhan musik live dari GOR di depan rumah. Ya inilah pesta tahun baru kami…

Bahagia, seru, kadang kesalahan-kesalahan kecil malah membuat tawa-tawa heboh di rumah kontrakan kecil kami. Tahun 2011 saya sempurna, dimana setiap bulan saya mengalami hal-hal yang menakjubkan.

Januari : Saya, Irham dan Afni memulai tradisi makan bersama setiap ulang tahun kami.

Februari : Kakang tiba-tiba bertanya “Neng, kapan kita nikah?”

Maret : Pertama kalinya bertemu Calon Mertua

April : Pemburuan Seserahan dimulai

Mei : Terbitnya rancangan undangan pernikahan

Juni : Family Gathering STEI ke Solo-Jogja-Pacitan

Juli : 24 Juli 2011, Tuan Putri dilamar oleh Kakang Prabu

Agustus : Masalah kesehatan mulai muncul, sakit punggung!

September : Persiapan dokumen pernikahan

Oktober : Selesainya semua hal yang berhubungan dengan pernikahan, dan adu ego yang semakin sering

November : 20-11-2011 Menikah, dan Tuan Putri resmi menjadi istri Kakang Prabu

Desember : Umur 26 tahun, sudah menikah, dan calon ibu (Amiin)

Dan saya menutup tahun ini dengan ucapan, Alhamdulillah saya sudah melalui berbagai hal di tahun 2011. Semoga saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi tahun depan.

Hopefully

Tepat tangal 28 Desember 2011, saya memutuskan untuk datang ke obgyn.  Alasannya?? Karena saya flu dan sudah terlambat datang bulan 2 minggu. Bingung, mau lanjut minum obat flu yang biasa diminum atau harus tes dulu. Akhirnya, setelah menunggu antrian, saya disuruh untuk minum 1 liter air sampai ingin buang air kecil baru bisa di USG, dan hasilnya ternyata tidak ada apa-apa. Saat itu dokter obgyn menyarankan untuk datang lagi  2 minggu kemudian untuk USG lagi, kalau memang tidak hamil berarti saya harus mengkonsumsi obat agar mens nya keluar. (Tapi tetap saja feeling berkata lain, ah sudahlah…)

Setelah mengetahui hasil dari obgyn, berikutnya saya datang ke dokter umum dan diberi obat flu. Dan hasilnya tetap saja saya ragu untuk meminum obat-obat itu.Tapi Alhamdulillah, kondisi badan sudah sedikit membaik meski minum obat hanya malam saja supaya bisa istirahat (dan tetap saja selalu terbangun sekitar jam 2 dini hari karena basah oleh keringat).

3 hari terakhir ini saya dikejutkan dengan munculnya tanda-tanda akan mens tapi hanya sedikit dan tidak muncul lagi. Awalnya sempat membuat lemas, dan sedikit emosi berakhir drama di malam ulang tahun tapi kemudian akhirnya saya lebih berpikir untuk pasrah saja. Allah tau saat yang tepat. Meski begitu, tetap saja hati, mulut dan logika belum sejalan hingga akhirnya saya selalu berbicara pada perut saya sendiri ” stay in there please, make me happy” atau ” kalau memang harusnya tumbuh didalam sana, yang kuat ya”.

And then, we just can say “Hopefully”

Aamiin.

 

***Hari kerja terakhir tahun 2011 dan ini malasnya sudah luar biasa sekali rasanya***