Inside My Backpack

1387341055781

 

Inside my backpack : pocket bag (isi medela swing, tisu basah), charger hp, dompet, cooler bag (isi blue ice, 2 botol kaca, 1 plastik asip, pompa asi avent)

Sejak kembali bekerja, barang yang harus saya bawa ke kantor bertambah. Cooler bag dan pompa asi adalah barang yang tidak boleh tertinggal ketika saya meninggalkan rumah.

Hari pertama kerja, saya membawa tote bag, cooler bag, pompa asi, dan tas bekal makan siang. Meski pompa asi bisa dimasukkan kedalam tote bag, ternyata cooler bag dan tas bekal makan siang cukup merepotkan untuk dibawa di motor. Akhirnya saya memutuskan untuk mengeluarkan kembali backpack yang selama ini tersimpan bersama semua tumpukan tas travel yang jarang digunakan. Rasanya jauh lebih nyaman melalui perjalanan rumah-kantor-rumah dengan tas yang saya kira tidak akan saya gunakan lagi untuk pergi ke kantor ­čśÇ .

Berhubung sekarang sedang musim hujan dan hampir setiap pulang kantor kehujanan di jalan, penggunaan tas ini benar-benar memudahkan. Tinggal pake rain cover, beres deh! Ga perlu lagi saya repot memasukkan semua barang bawaan kedalam kantong plastik.  Untung tas ini masih saya simpan, sebenarnya tas ini milik adik saya yang ditukar dengan milik saya karena yang ini tidak ada tempat laptopnya.

 

I’m officially ITB graduated

“Selamat, hari ini tanggal 19 Juni 2013 Anda dinyatakan lulus sidang master”

Penggalan kalimat dari penguji hari ini luar biasa sekali, terbayar sudah perjuangan 1, 5 tahun meneruskan pendidikan master teknik. 1 tahun penelitian panjang dan 1 bulan penyelesaian dokumen tesis. Akhirnya saya lulus sidang master dan berhak untuk menyandang gelar M.T

Dulu sekali saya punya mimpi, ingin kuliah di kampus teknologi paling baik di negeri ini. ITB, nama besar kampus yang terkenal bahkan hingga ke luar negeri. Ketika saya tidak berhasil lolos seleksi dan berhasil masuk ke “anaknya” ITB mimpi itu tidak hilang, saya masih ingin kuliah di kampus ini.

Kehidupan membawa saya ke cerita lain, meski melalui perjalanan panjang kuliah D3 dan S1 di tempat lain ternyata saya diberi kesempatan untuk merasakan kuliah dikampus ini. Saya InsyaAllah akan memakai toga ITB bulan depan, sebuah kebanggan baru untuk diri sendiri, kedua orang tua, suami dan bayi yang masih dalam perut.

Alhamdulillah..Alhamdulillah…Alhamdulillah…

Kembali teringat kalimat yang sering diucapkan almarhumah Mimih, nenek saya “elmu mah moal beurat dibabawa”. Belajar apapun itu tidak akan pernah rugi, mudah-mudahan kelulusan ini membawa kebaikan untuk kehidupan selanjutnya.

Masuk Angin dan Kerokan

Akhir-akhir ini si “masuk angin” sering banget nyambangin badan. Entah kenapa juga sering banget masuk angin, dan yang paling parah ya hari sabtu malam kemarin. Rasanya tiba-tiba ulu hati sakit, dan saya pikir gangguan lambung biasa jadi minum lansoprazole bisa langsung sembuh tapi ternyata rasa sakitnya makin lama makin bertambah dan puncaknya adalah menangis didepan suami sekitar jam 1 dini hari karena sakit yang luar biasa. Rasa sakitnya itu, rasanya ingin buang angin tapi ngga bisa dan akhirnya malah membuat perut sakit seperti kram. Sakit yang tidak bisa diredakan oleh minum air hangat, obat lambung, kompres panas di perut,┬á minyak kayu putih yang banyak, dan posisi menekukkan kaki.

Setelah menangis, dibujuk supaya mau tidur terlentang, berakhir dengan tidur membelakangi suami sambil punggung diusap-usap akhirnya saya bisa tidur sampai subuh. Pagi itu, saya mencoba bertanya ke teman yang kebetulan dokter. Saya ceritakan semua symptomsnya, dan dia menyebutkan satu penyakit apa gitu… (bahasa nya ketinggian) lalu menyuruh untuk meminum obat untuk mengurangi gas di lambung. Berlanjut dengan siangnya menerima telepon mamah, setelah mamah berkali-kali mamah ga ngangkat teleponnya pagi itu. Mulailah adegan termehek-mehek ngadu kesakitan ini itu ke mamah, dan mengingat dulu mamah pernah merasakan hal ini juga sampai nangis juga. Mamah dengan canggihnya mengeluarkan rumus KEROKAN (Indonesia sekali) dan buskopan (katanya obat penahan sakit). Jadilah malam itu saya melaksanakan rumus dari mamah, kerokan sama suami tanpa buskopan tanpa ramiditin dan propepsa (makasih ya dr. Hilman Wildan Latief atas sarannya, tapi ternyata obatnya mahal ga jadi deh belinya..hihihi).

Dan bagaimana hasilnya?

Ajaib, setelah kerokan dan sedikit pijat-pijat oleh suami rasa sakitnya berkurang dan saya bisa buang angin. Oh mamah memang mamah ajaib sedunia. Ga perlu dateng jauh-jauh dari rumah untuk ke kontrakan anakmu saja, mamah tetep bisa nyembuhin anaknya yang sakit. **kiss-kiss**

Jadi ya, ternyata obatnya masuk angin itu ya memang kerokan. Meski kata dunia kedokteran masuk angin itu ga ada, atau kerokan itu memang bukan terapi yang benar karena bisa merusak pori-pori kulit, tapi tetap saja masuk angin itu ya obatnya memang kerokan. Terus kalau selama ini ngira gejala masuk angin cuma perut kembung, mual, bawaannya pengen buang angin tapi susah ternyata salah. Kalau sudah parah ternyata bisa bikin perut sakit luar biasa kayak lagi kram perut.

 

31 December 2010

Last day on 2010. I have pass all of this year, sadness and happiness. Love, life, body, mind and soul. All the part of this year!

What I Did ?

Love : Early of this year full of happiness, big dream of my love life. In the middle of this year, I felt my life is over but then in the end of this year my dream almost come true. It’s still the same me with the new hope with another person.

Work
: My daily job just passed like the other day. 2 Semester on this year, with hundreds students. This is my busy year, really like doesn’t have boss on my lab. But honestly, I love this job.

Friendship : My high school friend is the best I ever had. Anytime, anywhere I need them, they always be there for me. My IE friend, this year just passed like the other friends.

Family
: My true love forever, my mom, my dad and 2 of my brother. Irham with his academy life, Afni with his new job as junior field engineer at PLN, my mother with her life as housewife, and my dad (my big daddy) with his job. And me? I’m trying to be a good daughter and big sister, always do the best and be the best for my family. Most of all, I love my family ever.

Actually, my new year has come two days ago. When my 25th birthday come, now I’m enjoying my new life. But of course, there’s no new year without resolution. I have own list

MARRIED To SOMEONE SPECIAL

and then I WANNA BE HAPPY AND BE BETTER

-with love-

25

Hari ini tepat umurku 25 tahun, kalau saja umurku 100 tahun maka aku sedang berada di quarter of the age. Lalu dimanakah aku sekarang?aku ada di rumah dengan kondisi sakit.

Sakit membuat aku lebih merenungi angka ini. 25, angka yang menunjukkan bahwa aku memasuki kehidupan wanita muda. Bukan lagi perempuan kecil dengan segala intrik sederhana nya. Aku harus mulai bertanggung jawab dengan kehidupanku, dan yang paling penting aku akan kembali membangun mimpi-mimpiku yang tentu saja tidak lagi sederhana.

Tidak ada hal istimewa yang terjadi di momen pergantian umur ini,tetapi ketidakistimewaan itulah yang menjadikannya istimewa. Dan bahkan mamah saja lupa kalau ini tanggal 28 desember.

Meskti tidak ada yang istimewa, aku tetap punya mimpi, punya target hidup untuk satu tahun ke depan. Aku ingin tahun depan menikah, punya rumah, pekerjaanku lancar, karirku bagus, hidupku berjalan dengan baik dan tetap sederhana, hubunganku dengan seseorang berjalan lancar dan langgeng.
Mudah-mudahan semua mimpi itu tercapai. Amiin

*thanks for the earrings**

Hujan

Mendengar suara hujan yang teratur, dimalam hari yang cukup berat untuk dilalui. Menyeret hati dari kondisi labil menjadi sangat labil.

Selau saja efek hujan membuat suasana menjadi lebih mellow. Seperti aku malam ini, tanpa sengaja aku harus merenungkan segala hal yang aku putuskan dalam hidup. Rasanya, jika saja boleh aku akan berteriak sepuasnya dan menangis sampai pagi. Tapi aku sadar, aku harus tetap dalam keadaan sadar.