Confession of an American bride


Film ini sebetulnya film yang tidak sengaja Aku tonton dini hari tadi. Aku bangun jam 2.37 karena sakit perut, kedinginan, dan kasur yang tiba-tiba tidak nyaman. Karena Aku penakut, jadi ketika tidur harus ada bunyi yang didengar dan akhirnya TVku tidak pernah dimatikan. Film ini sedang diputar disalah satu stasiun televisi, jadilah aku menonton film ini sampai selesai.

Ini film drama, yeah..i’m a drama movie lover,film drama apapun pasti Aku tonton dengan alasan di film ini tidak ada tembak-tembakan, darah yang berceceran, hantu, psikopat yang meneror, atau alien-alien jahat yang bisa membunuh peradaban manusia. Meski kadang-kadang aku menonton film action, kolosal, science, horor (kecuali horor Indonesia soalnya takut ketemu hantunya, hantu-hantu dari luar negeri sana tidak akan bisa sampai ke Indonesia kan?).

Confession of an American bride, sebetulnya confession itu bisa dirasakan oleh calon pengantin manapun sepertinya. Ketika perempuan sudah dilamar, dan mengatakan “Yes, I do” sepertinya hidup calon pengantin itu mendekati sempurna. Artinya, perempuan itu sudah punya seseorang untuk berbagi sampai akhir hidupnya (so happy ending). Tapi jika kemudian perempuan itu bertemu dengan seseorang dari masa lalunya, yang dulu selalu ada dalam pikirannya, dan ternyata seseorang itu juga punya perasaan yang sama dengannya. Whoala!she’s happy for a momment, dan berpikir andai saja….”…”, perempuan itu hanyut dalam perasaaannya dan secara kebetulan calon suaminya menjadi sangat menjengkelkan maka masalah itu terjadi, dan akhirnya calon pengantin itu memutuskan untuk membatalkan pernikahannya, mengembalikan semua hadiah yang sudah diterima, mencoba menjalani hubungan dengan seseorang dari masa lalunya itu, dan kemudian menyadari bahwa calon suaminya adalah pasangan terbaik yang pernah dia miliki, and then they have a happy marriage ever after.

Pelajaran dari film ini adalah :

  • Finish all of your heart business with person from the past before you say “yes, I do”. Ya jodoh memang tidak ada yang tahu, tapi kan selalu ada tanda yang diberikan untuk setiap pasangan yang berjodoh. Jangan sampai setelah memutuskan untuk hidup dengan seseorang, lalu masa lalu datang untuk menggoda, dan akhirnya tergoda, lalu menyesal.
  • Pernikahan itu butuh perencanaan dan persiapan yang baik. Melihat dari pengalaman pernikahan teman-teman (karena Aku belum menikah), persiapan pernikahan itu banyak sekali, tapi dengan perencanaan yang baik, semua jadi lebih mudah dan pada saat acara berlangsung tidak ada kepanikan yang tidak seharusnya terjadi.
  • Pernikahan itu bukan hanya milik pengantin wanita atau pengantin pria, tapi milik keduanya dan seluruh keluarganya. Sesuatu yang dikerjakan berdua akan lebih baik dibanding dikerjakan sendirian, minta pendapat keluarga minimal orang tua untuk setiap keputusan yang diambil.
  • Nikmati saat pernikahan itu berlangsung. Ya apalagi yang harus dilakukan ketika persiapan sudah dilakukan dengan baik? Nikmati saja, itu pesta penikahanmu dan sudah seharusnya pengantin itu berbahagia.

Free your mind, and face your life happily ever after

Advertisements

UP IN THE AIR


Setelah hampir 3 bulan tidak menonton film karena kesibukan menyelesaikan TA, akhirnya minggu ini Aku mulai kembali untuk menonton film yang seharusnya ditonton sejak berbulan-bulan lalu. Sebetulnya film pertama yang ditonton adalah Avatar, tapi cerita yang itu nanti dulu ah.

Up in the air, film ini sebenarnya sempat mengingatkanku pada saat Aku menghabiskan waktu di darat, air dan udara untuk sebuah pekerjaan 3 tahun lalu. Packing adalah sebuah rutinitas yang selalu dilakukan, semua barang berada dalam koper yang sama agar mudah dibawa kemanapun dan tentu saja untuk lebih menghemat waktu. Koper dan backpack adalah dua jenis tas yang selalu dibawa kemanapun.

Koper, isi tas yang ini adalah beberapa potong celana jeans, banyak kaos, banyak jilbab, banyak undies (karena setiap datang ke satu daerah selalu membeli baru), sarung, kaos kaki, sandal jepit, sepatu dan bantal kecil.

Backpack, isi tas yang ini adalah laptop, buku kecil, buku besar, beberapa pena, baju kaos, jilbab, alat shalat, alat mandi, handuk, lotion anti nyamuk, tisu basah, dompet, charger hp, dan kacamata.

Jadi flyers untuk beberapa saat karena harus berangkat dari satu kota ke kota lain, jadi penumpang mobil selama berminggu-minggu untuk menempuh satu desa ke desa lain, dan menjadi penumpang kapal laut untuk menyebrang dari satu pulau ke pulau lain. Tapi tetap ada satu tempat yang ingin selalu dituju yaitu rumah. Ya, rumah dimana keluargaku akan selalu ada.

Up in the air, film yang memberikan beberapa pelajaran penting (kita akan selalu dapat mendapat pelajaran dari apapun).

  • Sebuah kesempurnaan itu datang dari kebiasaan yang terus menerus dilakukan. Ryan dapat melakukan persiapan perjalanan dinas dengan mudah dan cepat karena dia telah melakukan itu selama 322 hari dalam satu tahun. Sedangkan Natalie, seorang karyawan baru yang baru akan melakukan perjalanan dinas berjalan lambat dengan sebuah koper lama dan barang-barang yang sama sekali tidak cocok untuk dibawa dalam sebuah perjalanan dinas.
  • Personal touch itu penting dalam dunia kerja dan kehidupan pribadi. Begitu banyak kemajuan teknologi saat ini yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya perjalanan dinas atau ongkos pulang ke rumah. Tapi dalam kenyataannya, ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan melalui YM, MySpace, e-mail, telepon, fax, atau sms. Teknologi itu hanya alat bantu yang tidak lebih pintar dari manusia.
  • Idealisme karyawan baru dan pengalaman kerja para karyawan senior adalah sesuatu yang dapat di gabungkan untuk mendapatkan hal yang jauh lebih baik. Seorang karyawan baru dengan pengetahuan baru dan segala idealisme yang dimiliki akan menjadi nilai tambah bagi sebuah perusahaan, dan seorang karyawan dengan pengalaman yang banyak dan sudah tahu segala hal tentang perkerjaannya juga merupakan nilai tambah. Karyawan baru membagi pengetahuannya pada senior, dan senior membagi pengalamannya pada junior. Ini merupakan sesuatu yang jauh lebih positif dibandingkan saling mempertahankan keinginan masing-masing dan akhirnya perang dingin.
  • Keluarga adalah sebuah tempat untuk kita pulang kapanpun. Terlalu lama tidak ada di rumah, kadang membuat seseorang sangat merindukan rumah atau malah bahkan tidak ingin kembali ke rumah. Tapi pada akhirnya, rumah itu akan selalu menunggu kita untuk kembali.

Most of all, film ini sangat bagus. Alur cerita yang rapi, gambar yang bagus, kata-kata yang lugas dengan pemikiran yang baik dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini.

Life’s better with company, everybody needs co-pilot.