Blushing Moment

blushing panda

Pagi-pagi saya dan suami sarapan di depan TV sambil nonton berita  kriminal. Lalu sang pembawa berita membacakan narasi kurang lebih begini

” Hati-hati dengan wanita cantik, berikut cerita mengenai beberapa wanita cantik yang menjadi berita”

Lalu muncullah berita mengenai Artalita Suryani, Angelina Sondakh, Sherly Margareta, Malinda Dee. Yang katanya wanita cantik yang bisa menggunakan kecantikannya untuk merugikan orang lain.

Kemudian terjadi percakapan ini

Suami  : “Betul sekali dan ini adalah salah satu korbannya” (ini : dirinya sendiri)
Istri      : **Senyum-senyum, “Udah rugi berapa banyak memang?”

Suami : “Rugi banyak, semuanya udah abis”
Istri     : **Ketawa ngakak

Ah suamiku, kalau mau bilang istrinya ini cantik langsung aja bilang “Neng, kamu cantik deh” 😀

Advertisements

Suami Super

Sekali-kali bikin tulisan tentang suami, sambil nunggu dia pulang.
Ketergantungan emosional saya sama suami itu sangat tinggi. Setelah tinggal serumah dari awal tahun sampai sekarang jarang sekali saya berpisah lama dengan suami. Kami secara normal berpisah pada jam kerja saja karena perjalanan pergi dan pulang otomatis selalu bersama. Weekend selalu bersama kecuali pada saat ngidam karena kewajiban dan kebutuhan sebagai anak pada orang tua, suami pulang rumah orang tua dan saya tetap tinggal di rumah.
But anyway… Suami itu selalu membuat saya kagum dengan “keunikannya” sebagai laki-laki. Selama menikah, bisa dihitung dengan jari kapan saya nyapu dan ngepel rumah karena biasanya dikerjakan oleh suami meski dulu suami hanya ada di rumah hari sabtu dan minggu saja 🙂 (yes, I’m not that wifey). Saya adalah menteri urusan servis perut, menjamin makanan yang masuk ke mulut dan perut suami selalu enak dan sehat.
Sekarang, saya sedang hamil awal tri semester kedua. Sejak awal kehamilan saya tidak bisa masak karena hidung saya super sensitif dengan bau dapur, praktis urusan cooking, laundry, cleaning is his responsibility. Setiap harinya sejak subuh suami saya akan sibuk di rumah dan malam hari nya akan sibuk dengan kemanjaan saya yang lelah karena aktifitas seharian. I know why “I love my husband so much”
Suami saya ini lucu, dia sukes membuat saya tertawa terbahak-bahak jam 11 malam karena melihat dia yang melakukan gerakan unik tiba-tiba. Sering sekali dia tiba-tiba melakukan gerakan unik yang lucu disaat yang tak terduga.
Kemarin, saya dibuat terharu ketika kami sedang makan malam di pinggir jalan karena saya sering lapar mendadak. Tiba-tiba suami nanya “itu ada tukang jagung rebus, masih mau?” saya hanya mengangguk dan bingung mengingat kapan saya pernah bilang mau jagung rebus. Mengingat saya sering sekali bilang mau ini itu dengan sembarangan, lihat tukang jus saya bilang mau jus, ada tukang cilok saya mau cilok, suami bilang mie ayam saya langsung mau, semua itu bukan sedang diam tapi sedang dalam perjalanan yang tidak mungkin kami berhenti. Dan saya takjub, karena suami masih ingat semua permintaan saya yang ecek-ecek itu.
Saya suka dengan caranya memanjakan saya, mencium pipi atau kening saya ketika bangun tidur, pulang kerja dan memeluk saya kapanpun saya mau. Saya suka caranya mencium perut saya, atau bermain “semut-semutan” di perut saya.
Ah sebaiknya saya berhenti, it’s too cheesy…saya memang kecanduan suami saya.

*dalam episode menunggu suami diterimani rintik hujan dan saya baru berpisah 8 jam dengan suami

Tentang Barang Seserahan

Lagi-lagi soal pernikahan, kali ini saya mau cerita soal seserahan dari calon suami saya. Ini penampakan akhir dari semua seserahan yang dibawa ketika upacara serah terima nanti. IMG-20111119-00374

List dari seserahan saya

1. Alat sholat

2. Peralatan mandi

3. Make up

4. Baju kerja dan asesorisnya

6. Lingerie set

7. Baju resmi (kebaya)

8. Peralatan makan

9. Bed cover

10. Kue kering dan buah

 

Saya akan ceritakan satu persatu beserta budgetnya

1. Alat sholat

Saya beli mukena di toko pakaian di Garut, bahannya adem harganya sekita Rp.450.000. Sejadahnya saya beli di pasar baru Bandung harganya Rp.150.000. Saya beli karena suka dengan warna biru cream nya 😀

2. Peralatan mandi

Karena dari awal sudah menginginkan tema coklat gold dan biru, ketika saya melihat oriflame mengeluarkan produk milk&honey  saya langsung borong semuanya.

IMG-20111117-00359

 

Isi kotak diatas adalah body cream, lotion, shower cream dan body scrub, wanginya jangan ditanya..enaaaaaak banget. ga sabar pengen cepet segera buka. Yang coklat dibelakang itu handuk untuk suami saya. Saya beli lagi diskonan beli 1 dapet 1 gitu, jadi saya beli buat saya warna cream dan buat suami warna coklat tua. Budget buat satu kotak ini total sekitar Rp.300rb an. Lumayan karena beberapa produk oriflame lagi diskonan.

3. Make up

Klo liat di foto paling atas, kotak make up itu ada di tengah paling belakang. Saya suka pake produk make up nya revlon, maybeline dan oriflame jadi saya pake ketiganya untuk seserahan. Parfum, deodorant, dan body spray nya adalah Girdani gold by Oriflame, saya suka wangi dan tetep…warna botolnya yang gold 😀 ini budgetnya lumayan abis Rp.600rb an . Maskara, foundation, dan lipglossnya juga Girodani Gold by Oriflame habis sekitar Rp.300rb an. Blush on, bedak, eyeshadow, eye liner, lipstik keluaran Revlon habis sekitar Rp. 400rb an. sisirnya unbranded beli di BTC Rp.60rb an

4. Baju kerja dan asesorisnya

Ada di foto paling atas, kolom tengah baris kedua dari depan. Isinya (bahan) celana, bahan (baju), sepatu, tas dan kerudung. Kenapa beli bahan, ya nyadar diri badan masih extra size pluuuuus…murah meriah aja :D. Bahan-bahan sama kerudung beli dipasbar cuma abis Rp. 150rb. Sepatu yongki komaladi harganya Rp. 270rb an. Tas beli di matahari lagi diskon Rp. 400rban. Klo tas yang ada di pojok kiri itu hadiah dari calon mamah mertua, beli di toko tas di Garut harganya Rp.350rb an

5. Lingerie set dan baju tidur

 

IMG-20111117-00355

Maaf ya berantakan :D, isi kotak diatas itu baju tidur, sama lingerie set. Lingerie nya beli di sorella dan buy one get one (bakat calon ibu-ibu) harganya sekitar Rp 250rb (dapet dua set) terus baju tidur bikininan mamah budgetnya abis ya Rp.70rb an.

7. Baju resmi (kebaya)

IMG-20111117-00356

 

Kain lace coklat beli di toko kain di Garut Rp. 200rb untuk satu kebaya, kain batik harganya Rp. 75rb an, sandal lupa merknya beli di Ciwalk harganya Rp. 175rb an, tas pesta beli di Garut Rp. 175rb an

8. Peralatan makan

IMG-20111116-00347

IMG-20111116-00346Ini hadiah dari calon kaka ipar saya isinya satu set tulipware, banyak dan klo beli harganya sekitar Rp.1,5jt an

9. Bed cover

Dari mamah mertua juga dikasih merk Internal harganya sekitar Rp400rb an beli di Garut.

10. Buah dan kue kering

 

By the way….semua seserahan ini memang saya  hias sendiri. Jadi sehari menjelang pernikahan saya masih sibuk bungkus-bungkus dan hias-hias. Cape tapi puas.. Semua barang seserahan ini sesuai dengan keinginan saya dan yang pasti akan saya pakai.

Yes, I’m a happy bride to be

 

Nikah?

Tiba-tiba tadi malam muncul pertanyaan singkat dari Kakang “kenapa neng ga pernah ngomongin nikah sekarang mah?” . Pertanyaan yang membuat saya tersenyum simpul. Sebenarnya bukan saya tidak ingin membicarakan mengenai pernikahan, tetapi saat ini saya tahu dengan pasti ada skala prioritas yang harus dipikirkan selain menikah. Saya tidak suka didesak untuk melakukan sesuatu seperti itu juga saya tidak akan mendesak seseorang.

Dulu, saya mengatakan kepada teman-teman saya “nunggu apa lagi kalian? lulus kuliah udah, kerja udah, mau nunggu kaya? kapan kayanya kalo kerja cuma gini-gini aja?” dan sekarang seringkali saya mengatakan salut pada orang yang sudah bisa mengatakan dan mengambil keputusan bahwa “dia” adalah pasangan hidupnya untuk selamanya. Sering ada rasa iri, tapi selebihnya hanya kagum saja.

Ketika Kakang mengatakan kekhawatirannya tentang bagaimana meyakinkan orang tua saya, saya juga berpikir hal yang sama. Bagaimana ketika nanti saya dikenalkan sebagai perempuan yang akan menemani hidup anak bungsunya? Akan seperti apa tanggapannya? Apakah saya diterima dengan baik? dan segala pertanyaan lain yang muncul di benak saya. Tapi kembali lagi saya akan mengatakan, mari kita simpan segala kekhawatiran kita dan pikirkan saja target hidup kita masing-masing karena akan ada saatnya untuk memikirkan itu.

Menikah adalah ibadah, saya tahu itu. Tapi menikah berarti merencanakan kehidupan, menggenapkan yang ganjil dan saling berbagi. Berbagi makanan saja terkadnag saya masih sering tidak mau, apalagi berbagi segala hal. Anggap saja saya memang belum dewasa dalam hal ini, tapi memang begitu adanya. Pada akhirnya menurut saya, menikah itu kesiapan berkomitmen.

Jadi pembicaraan tadi malam hanya obrolan seperti sedang di kedai kopi kan?

 

*Tiba-tiba saya ingin membuat segelas capuccino hangat”

Prince and Chocolate

There’s some unique connection between chocolate and prince. When I told that i need chocolate, it’s means that I’m looking for my prince. Chocolate just like some medicine for body, soul, and mind. Make some relaxing part of life and then give more spirit to face the world forward.

Prince just like something absurd, I can’t find this thing so easy. But when I met someone who can give the same effect as same as chocolate, that means I met with my prince.

And then unless I can’t find my prince, at least I could get chocolate melted in my mouth and make me like a special one.

-with love-

21.33 Dec 28, 2010

My new life has begin