Tentang Petasan

images (12)

Tulisan ini untuk Harsya, jika suatu saat dia sudah ada di umurnya ingin tau rasanya bermain petasan.

Nak, Ibu bahkan ga tau apa asyiknya bunyi petasan itu. Dari jaman Ibu masih anak-anak dulu, Umi (nenekmu) selalu marah ketika ledakan-ledakan kecil itu berbunyi. Bahkan, percayalah Mamang sama Om pernah disuruh untuk pegang petasannya sambil mau disundut api ketika Umi tau kalau mereka juga ikut-ikutan membuat kegaduhan itu.

Nak, mungkin faktor umur. Ibu bahkan bisa terduduk lemas ketika mendengar satu saja ledakan kencang petasan yang mampir ke telinga Ibu. Bayangkan jika itu didengar oleh bayi, orang yang sudah sepuh, atau orang-orang yang memang tidak bisa dikagetkan seperti Ibu, bersyukur Ibu hanya lemas mungkin orang lain bisa sampai kena serangan panik atau bahkan pingsan.

Nak, boleh anggap Ibu ga asyik. Tapi percayalah, Ibu melahirkan kamu dengan utuh dan sempurna. Seperti itu juga Ibu ingin melihat anak Ibu yang utuh dan sempurna. Petasan itu bahaya, Nak. Untuk generasi Z seperti kamu, sangat mudah mencari informasi seperti apa bahayanya petasan itu. Kamu lecet saja Ibu menyesal, bayangkan jika Ibu harus melihat anak Ibu terluka karena petasan.

Nak, kalau kamu memang sangat ingin mendengarkan bunyi ledakan petasan. Ingat Ibu, itu saja

Advertisements

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s