Kok menstruasi terus?

BE STRONG

Masalah menstruasi memang masalahnya perempuan banget kan?

Saya hapal banget rasanya gimana kram-kram yang dateng ketika menstruasi dateng. Cuma masalahnya, buat beberapa orang ini cuma masalah sebulan sekali tapi kalau buat saya bisa 3 bulan sekali atau sebulan 3 kali.

Sejak melahirkan dan nifas, seminggu kemudian saya menstruasi dan terus menerus sampai akhirnya anak umur 2 tahun 8 bulan baru saya tahu kalau ada masalah penebalan dinding rahim dan kista di rahim. Sebetulnya 40 hari setelah melahirkan saya minum pil KB karena takut untuk pasang IUD dan belum siap juga untuk hamil dan melahirkan lagi mengingat melahirkan Harsya pun penuh perjuangan. Ternyata pil KB itu membuat hormon saya yang memang sudah kacau sebelumnya semakin kacau sampe “spotting” 2 hari sekali akhirnya dokter menyarankan untuk beranikan diri pasang IUD. Tantangan  ini membutuhkan 13 bulan setelah melahirkan untuk akhirnya berani mendaftarkan diri ke sebuah klinik kebidanan.

Terus setahun setelah pasang IUD itu akhirnya memutuskan untuk melepaskan, alesannya karena ya ampun yang tadinya spotting 2 hari sekali berubah jadi menstruasi sebulan 2 atau 3 kali. Artinya ada pendarahan terus menerus dan ini setelah ditelusuri adalah karena ada penebalan dinding rahim karena hormon. Kalau ditanya kenapa terlambat memeriksakan diri, jawabannya karena saya ga siap dengan diagnosa dokter. Pun, alasan saya akhirnya ke dokter karena beberapa bulan terakhir saya ngalamin sakit panggul yang luar biasa sampe pernah suatu hari bahkan susah untuk beraktifitas sama sekali.

Jadi apa yang saya rasakan selama beberapa bulan terakhir adalah :

Siklus menstruasi yang kacau

Kacau dalam artian luar biasa kacau, karena keluarnya bisa seminggu lalu bersih 2 hari lanjut lagi 2 minggu lalu bersih 3 hari lanjut lagi seminggu. Awalnya saya kira ini efek dari IUD karena memang udah rahasia umum, bagi yang pasang IUD menstruasinya bisa banyak.

Kram dan sakit kepala

Ada beberapa saat yang akhirnya saya harus minum obat sakit kepala karena rasa sakit kepala yang luar biasa. Memang sakit kepala bisa datang karena berbagai alasan, tapi saya sendiri rasanya sudah bisa memetakan sakit kepala karena masalah lambung yang biasa juga saya rasakan tidak sesakit beberapa bulan terakhir ini. Tentang kram perutnya sendiri juga datang setiap saat saya menstruasi berkepanjangan itu, kadang hanya sakit yang biasa atau kadang bisa sampai membuat saya menyerah untuk beraktifitas.

Sakit panggul

Jadi sejak beberapa bulan terakhir saya mengalami sakit panggul kiri yang  awalnya saya kira dari aktifitas menyetir mobil matic yang hanya menggunakan kaki kanan saja.  Lalu saya kira ini datang dari sciatica pain yang saya coba atasi dengan gerakan yoga. Pernah satu hari saya merasakan nyerinya hilang sama sekali dan muncul lagi dengan rasa sakit yang sama.

 

Semua itulah yang akhirnya membuat saya menemui lagi dokter kandungan yang membantu program hamil Harsya dulu. Beliau ini sabar luar biasa mendengarkan apa yang saya rasakan dan akhirny menjelaskan apa yang terjadi dengan tubuh saya. Ada penebalan dinding rahim dan ada kista berdiameter 1.5cm di rahim” akan dicoba diberi obat dulu sebelum dilakukan tindakan ekstrim seperti kuretase dan akan dilihat lagi nanti setelah 1 bulan pengobatan.

Lega? ya enggaklah! Dulu ketika SMA saya pernah punya kista di sebelah kanan dan rasa pegalnya, sakitnya, nyerinya, kacaunya siklus menstruasi sama persis dengan yang terjadi di bagian pinggang ke bawah sekarang ini. Tapi akhirnya kista ini diangkat dengan cara operasi, iya…saya ini orang yang percaya dunia medis adalah salah satu cara untuk menyembuhkan apa yang saya alami, meski ada banyak anjuran untuk pengobatan alternatif lainnya

Dokter ngasih saya obat Plasminex untuk menghilangkan pendarahan dan Prothyra sebagai hormon progestin. Cerita cari Prothyra ternyata panjang, jadi ketika selesai periksa dan dokter memberikan resep tersebut pihak apotik bilang kalau stock obatnya kosong. Jadi suamilah yang keliling apotik di Bandung Timur untuk mencari obat tersebut dan hasilnya nihil. Nanya ke apotik pertama pun jawabannya adalah “dari distributornya juga kosong” lapor ke dokter dan dokter menggantinya dengan Provera yang juga sama sulitnya untuk dicari meski akhirnya dapat di apotik Jaya Sentosa Jl. Sunda tapi dari  30 yang harus diresepkan cuma ada 19 (ini kenapa ganjil banget sih?)

Efek dari kedua obat ini apa?

Kalau Plasminex sih instan banget berhentiin pendarahannya, cuma kalau berhenti minum langsung keluar lagi spotting-nya. Kalau Provera sendiri awalnya saya ga ngerasa ada yang salah sih sama badan tapi yang paling kentara memang jadi susah tidur. Pas nyari apa efek samping provera  muncullah

EFEK SAMPING

Efek samping Provera dapat berbeda-beda pada orang yang menggunakannya, efek samping yang umum terjadi adalah:
Rasa kencang atau tidak nyaman pada payudara;
Produksi air susu;
Kembung;
Retensi cairan;
Peningkatan berat badan;
Mual;
Gangguan pencernaan (diare atau konstipasi);
Pusing berputar;
Nyeri kepala;
Depresi;
Gangguan tidur (insomnia);
Jerawat;
Rasa lelah;
Peningkatan pertumbuhan rambut atau kebotakan (Alopesia).

Alhamdulillah berarti kalau saya cuma ngalamin gangguan tidur aja😀

Pesan moralnya nih ya, kalau merasa ada yang salah sama badan apalagi perempuan urusan menstruasi mendingan segera periksa ke dokter deh. Setidaknya kalau ada masalah bisa segera diatasi.

 

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

1 thought on “Kok menstruasi terus?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s