Tentang Hidup Tanpa ART

Banyak banget yang bilang sama saya “cari ART atuh, biar ga repot” ” ga riweuh tiap pagi?”

Hari ini memasuki hari ke-9 sejak saya memutuskan untuk kembali mengatur hidup. Sampai hari ini yang berhasil adalah bangun lebih pagi dan masak *jumawa 

Jadi jadwal saya setiap hari adalah

04.30 : Bangun tidur -> masak air untuk Harsya mandi, masak air untuk bikin jeruk nipis peras (jeniper) keduanya pakai api kecil supaya bisa saya tinggal sholat

04.45-05.15 : Menikmati jeniper (karena harus didiamkan dimulut sebelum ditelan), mandi, dandan (tetep)

05.15-06.00 : Masak sarapan, maksimal jam 6 harus selesai jadi menu yang dimasak juga harus dipikirkan dengan baik (kadang cuma ngupas buah atau beli roti di tukang roti keliling) *my baby was so easy about food

06.00-07.00 : Bangunin Harsya, mandiin, sarapan bareng *masih susah buat bikin jadi kurang dari satu jam selesai

07.00-08.00 : Perjalanan ke daycare dan kantor

08.00-16.30 : Ngantor

16.45-18.30 : Jemput Harsya di daycare, perjalanan pulang

18.30-19.30 : Makan malam bareng Harsya, main sebentar, anter tidur

19.30 ke atas adalah “me time” saya, kadang saya habiskan hanya menonton tv, menjahit, baca, atau sekedar blogwalking

Kegiatan ini berulang setiap hari

Terus kapan nyuci? Beberes rumah?

Nyuci baju bisa disambi masak karena ngerjainnya pake mesin, nyuci piring juga dikerjain sambil masak.

Beberes rumah? hehe..ini agak penuh trik. Jadi karena kegiatan saya berulang hampir setiap hari sama jadi bagian rumah yang kotor hanya dapur dan tempat makan. Kasur diberesin pas bangun tidur dan hanya disisakan bagian yang memang dipake Harsya masih tidur. Tempat makan dibersihin ya sebelum berangkat kantor karena biasanya memang kotornya masih bisa ditolerir. Ngepel? sama Pak Suami seminggu sekali, hehe.. dan tentu tugas Pak Suami adalah bersih-bersih besar-besaran setiap weekend😀

Nyetrika? hmmmm..ada berapa banyak ibu-ibu yang doyan nyetrika? saya ga doyan, aslinya! jadi saya masih minta tolong bantuan orang lain yang dateng seminggu sekali ke rumah buat nyetrika segunung pakaian kami bertiga. Sebelum ketemu yang mau nolongin nyetrika ini saya bawa baju bersih yang sudah dicuci ke laundry kiloan buat disetrika😀

Jadi sebetulnya mungkin ini alasan besar kenapa saya belum terlalu perlu ART🙂

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s