[Travelling] #Main sehari ke Jakarta

Dari jauh-jauh hari saya sudah sering bilang sama suami tentang keinginan membawa Harsya naik kereta. Setelah dipertimbangkan sepertinya ke Jakarta naik kereta ini jaraknya cukup untuk memperkenalkan kendaraan yang selama ini dikenalnya di lagu saja.

Berhubung ada libur (yang dibuat) panjang, kami memutuskan untuk bolak balik Bandung Jakarta dalam sehari dan sisa libur kami habiskan di Garut.
Pagi itu saya dan Harsya berangkat jam 5.45 dari rumah dengan tujuan mengejar keberangkatan Argo Parahyangan jam 6.30. Meski sempat bingung mau ambil jalan mana dari rumah, akhirnya kami sampai 15 menit sebelum waktu keberangkatan. Cukup untuk print tiket mandiri dwan foto sebelum naik kereta.

 

stasiun bdg

Harsya sudah lengkap dengan jaket fleece dan kupluk andalan demi menghalau dingin di kereta nantinya.

kereta

Sebelum naik kereta kami melewati barisan para petugas kereta api yang sedang diberi arahan oleh masinis berseragam lengkap. Sepertinya hal tersebut menarik perhatian Harsya hingga saya harus menemaninya mematung melihat barisan petugas tersebut dan kemudian menyalami mereka satu persatu😀

dalam kereta

Selama di dalam kereta beberapa yang  yang menarik perhatian adalah bapak yang berseragam, tante yang anter makanan dan om yang buang sampah. Ditambah setiap mendengar bunyi klakson kereta pasti Harsya mengangkat telunjuknya dan bilang “tuh, apa?”😀

Kereta kami tiba di Gambir telat 20 menit dari seharusnya. Meski cape tapi wajah sumringah Harsya melihat ayahnya sudah menunggu di depan pintu masuk memberikan saya kepuasan tersendiri. Kami memulai perjalanan dengan makan di stasiun, penting demi perjalanan setidaknya 6 jam kedepan.

jembatan penyebrangan

1. Mesjid Istiqlal
Menjelang dhuhur, kami mulai perjalanan menuju Mesjid Istiqlal. Mesjid ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari pintu timur Stasiun Gambir. Jaraknya kurang lebih 500m menurut Google😀 (karena ga mungkin saya ngukur sendiri).
Pesan saya : Gunakan sunblock, pakai payung atau topi. Meski hanya beberapa meter saja tapi panasnya lumayan karena tengah hari.

istiqlal

Selesai sholat kami istirahat sebentar untuk mengganti baju Harsya. Setiap kali perjalanan dengan Harsya saya membawa minimal 1 baju ganti karena anak ini selalu berkeringat banyak.

dalam istoqlal

Banyak yang melakukan pemotretan di lokasi ini, mungkin karena memang bisa berfoto dengan Monas. Mohon abaikan itu perut anak kecil yang terekspos kemana-mana. Oh ya catatan untuk di Mesjid Istiqlal ini, pakai baju yang sopan karena akan ada satpam mesjid berkeliaran untuk mengingatkan dan pengunjung tidak boleh tidur di pelataran mesjid. Pinjam mukena dari tempat resmi karena di dalam mesjid ada yang meminjamkan tapi tidak sukarela, kita harus bayar seridhonya tapi  kalau jumlahnya terlalu sedikit yang meminjamkan protes. Saya sendiri kebetulan tidak bawa mukena dan berbekal kenekatan saya meminjam mukena ke seorang ibu dari rombongan pengajian, tau darimana? gampang, baju mereka seragaman. Setelah selesai sholat, saya ngobrol sedikit dan ternyata ibu itu orang Ciamis. Nya atuh janten we ngobrolna ngangge basa sunda, kaleresan sami urang Ciamis.

istiqlal_monas

 

 

2. Naik Transjakarta

Tujuan berikutnya adalah Kota Tua dengan menggunakan bis Transjakarta. Naik bis ini istimewa buat Harsya karena selama ini yang naik bis adalah Ayah yang mau kerja. Jadi betapa anak kecil ini sangat senang ketika kami membawanya ke halte bis.

wpid-c360_2015-05-14-13-33-28-377.jpgUntuk ke  Kota Tua, dari halte Istiqlal kami harus menuju ke halte Harmoni untuk transit dan berganti bis dengan tujuan Kota. Saya sendiri sempat tinggal di Jakarta dan sampai saya pindah lagi ke Bandung saya tidak pernah menginjakkan kaki ke Kota Tua🙂

antri TJ

Untuk ukuran anak kecil seperti Harsya antri untuk naik bis ini ternyata sangat menarik, dia melihat bis lalu lalang dan selalu menunjuknya supaya kami naik. Berulang kali kami harus bilang kalau bukan itu bis yang harus kita naiki. wpid-c360_2015-05-14-15-36-16-629.jpgSatu-satunya alasan kenapa anak ini diam manis begitu karena bisnya penuh🙂 kalau kosong mungkin dia sudah berkeliaran di dalam bis. Ini masih jadi tugas saya untuk membuat Harsya lebih berani ketika bertemu orang yang baru saja ditemuinya.

3. Kota Tua

wpid-c360_2015-05-14-14-42-14-491.jpg

Ini jauh dari perkiraan saya, saya membayangkan Kota Tua yang lebih sepi dan bisa masuk masuk ke berbagai museum yang ada disana. Tapi mungkin karena kebetulan hari libur nasional jadi semua museum tutup dan pengunjung membludak. Menurut suami saya, seharusnya tidak sekumuh itu tapi karena sekarang pengaturannya kurang baik jadi malah terlihat kumuh.

wpid-c360_2015-05-14-14-35-01-158.jpg

 

 

4. Monumen Nasional

Tidak banyak yang bisa kami lakukan di sini karena Harsya takut badut😦 yang pasti dia bersenang-senang dengan melihat banyak rusa di Monas ini. Kami tidak bisa mendekati monumen karena terhalang badut-badut ini.

 

Biaya yang dihabiskan untuk one day trip ke Jakarta

Tiket kereta Bandung Jakarta : Rp.90.000/orang (bisnis)

Tiket TJ : Rp.3.500 bayar pake smart card punya suami karena sekarang sedang bertugas di Jakarta

Tiket Jakarta Bandung : Rp.120.000/orang (eksekutif)

Makan di stasiun : Rp.50.000/orang/ makan

 

Total biaya yang saya habiskan sekitar Rp.500.000 untuk sehari liburan dan yang pasti membeli pengalaman berharga untuk Harsya dan keluarga kecil kami

 

 

 

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s