Tentang “Sabtu bersama Bapak”

Buku yang satu ini memang sering muncul di timeline twitter saya karena kang Adhit sering banget munculin retweet tentang bukunya.

Saya penasaran sebetulnya seperti apa cerita buku ini, sejak saya melahirkan ini adalah buku pertama yang saya beli. Tidak perlu waktu lama untuk saya bisa menikmati cerita yang disuguhkan oleh penulisnya.

Sebagai seorang perempuan saya menikmati semua tokohnya,Bapak, Mamah, Satya, Saka, istrinya Satya, bahkan calon istrinya Saka. Semua tokohnya hidup!

Saya jatuh cinta sama Bapak, lelaki hebat yang bahkan dalam ketiadaannya di dunia bisa tetap menemani keluarganya dalam maya. Meski saya yakin, seorang istri dan anak pasti perlu pelukan suami dan bapaknya tapi dengan caranya sendiri Gunawan sudah menjadi Bapak yang ideal bagi anak dan keluarganya.

Saya suka sosok Mamah yang kuat dan mandiri. Perempuan yang bisa menjadi teman hidup kedua anaknya, meskipun sering kali hati serba manusiawi. Ada waktunya Mamah ini sangat merindukan kehadiran anaknya pada saat keadaan terlemahnya. Tapi kembali, suaminya sudah menyiapkan segalanya.

Satya, lelaki ideal untuk dilihat oleh orang kebanyakan. Pintar, tampan, mapan. Tapi ketika dia menerima email dari istrinya yang mengatakan sebaiknya dia jangan dulu pulang ke rumah karena Satya bukan orang yang diinginkan di rumah. Hebatnya, kembali Bapaknya adalah penolong rumah tangga mereka. Satya lelaki yang bisa berubah dan sadar bahwa tegas bukanlah marah, ideal bukan sempurna, dan cinta adalah segalanya.

Saka, siapapun yang membaca buku ini diawal akan menyadari bahwa Saka bukan lelaki “wah”. Tapi tidak perlu sesuatu yang WAH untuk membuat Ayu jatuh cinta padanya, karena Bapak sudah mengajarkannya banyak hal. Kepribadian Saka yang manis pasti akan membuat wanita yang dekat dengannya jatuh cinta setelah pertemuan kesekian.

Buku ini akan memberikan solusi dari masalah kehidupan yang biasa kita temui. Kang Adhit bisa membuat laki-laki yang membaca buku ini untuk mulai berubah seperti Bapak, Satya dan Saka sedangkan perempuan yang baca pasti pengen punya lelaki seperti mereka.

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s