Tentang separation anxiety

Hari ini tepat hari ke 6 harsya di daycare, kalau hari pertama dia anteng saja mungkin lebih karena belum mengerti akan ditinggal sekian lama oleh ibunya ditempat asing, hari kedua saya sampai dapet telepon dari pengasuhnya disana kalau harsya nangis terus malah makannya sedikit, hari ketiga tangisannya masih terdengar sampai saya keluar dari pintu masuk daycare, hari keempat tangisannya hanya terdengar sampai saya melangkah setengah dari pintu keluar, hari kelima saya pakai sepatu sudah mulai berhenti nangisnya, hari keenam dia digendong sama pengasuhnya nangis cuma sampai dia salam plus cium kening.

Sudah banyak teori soal separation anxiety yang saya baca dan sudah saya coba terapkan sama harsya. Menciptakan ritual, berusaha pamit baik-baik, mengatakan bahwa saya akan kembali sore hari dan juga saya selalu memberi sugesti pada harsya bahwa dia ditinggalkan di tempat yang baik, Alhamdulillaah keadaan mulai membaik meski saya juga tahu ini pasti sulit buat harsya.

Menurut saya separation anxiety ini normal kok, justru malah agak khawatir kalau harsya tidak mengalami ini sama sekali. Yang penting jangan sampai keterusan, harsya harus belajar menjadi anak yang berani dan mandiri supaya dia siap menghadapi kehidupannya. Semoga besok dan seterusnya saya akan diantarkan oleh senyum manisnya ketika akan meninggalkannya di daycare.

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s