Selalu ada yang pertama ya, Nak

Harsya_Daycare

Ini hari pertama Harsya dititipkan di daycare Bunda Ganesha. Alasan saya pilih daycare ini karena dekat dan menurut saya tempatnya cukup luas untuk Harsya bermain. Semoga pilihan saya tidak salah dan Harsya betah.

Bukan perkara mudah untuk saya meninggalkan anak ini di daycare, terbayang segala ketakutan akibat share teman-teman media sosial tentang anak dititip di daycare. Tapi buat saya punya pengasuh di rumah pun bukan pilihan. Setiap malam sejak memutuskan untuk men-daycare saya selalu memberikan afirmasi positif sama diri sendiri dan anak saya tentunya, setiap mau tidur setelah selesai mengaji dan berdoa selalu saya bilang ” Nanti ade sekolah ya, ketemu ibu guru sama banyak temen. Disana bisa main, bisa tidur sama makan sama temen-temen sekolah juga. Yang baik yang anteng yang sholeh ya sayang” saya ulang itu setiap hari, sementara buat diri saya sendiri saya selalu bilang “harsya pasti baik-baik saja, harsya anak yang pintar, harsya itu anak manis yang bisa mengerti lingkungannya’ dan setiap kali ayahnya atau uminya mengayakan khawatir pasti saya bilang “udah, tenang aja harsya pasti baik-baik aja” padahal hati sama pikiran saya juga ga kalah khawatirnya.

Sudah kebiasaan saya setiap kali akan berpisah atau akan sibuk mengerjakan hal lain pasti saya bilang dulu ke Harsya. Pamit itu penting, karena kebiasaan itu juga harsya bisa terbangun dari tidurnya karena saya meninggalkannya tanpa pamit. Ritual berangkat kerja pasti begini, peluk (gendong), salim (salam cium tangan), cium pipi kiri kanan dan kening, saya peluk lagi sambil usap kepalanya dan bilang “aca, ibu kerja dulu nanti sore kita main lagi ya, aca nya yang baik di rumah, maen yang anteng, makan yang lahap, bobo yang nyenyak ya” lalu saya serah terima harsya ke mamah saya. Pulang kerja saya harus memastikan diri sampai sebelum dia tidur karena saya sudah janji akan bermain dengannya. Selalu begitu tiap hari dan hari ini saya melakukannya lagi tapi serah terima dengan ibu asuhnya di daycare. Anaknya kalem ibunya nyampe kantor galau, hahaha… Anaknya yang “sekolah” emaknya yang stress.

Siangnya saya dapet laporan anaknya anteng, mau senyum, mau makan, tapi sampai tadi siang dia belum tidur lagi (bagian yang paling bikin khawatir karena kebiasaan dia yang harus di eyong ketika mau tidur). Semoga besok semakin terbiasa dengan rutinitas baru ini.

Ah…harsya, kalau suatu saat nanti baca tulisan ibu ini, ibu cuma mau bilang we love you, anak manis.. terima kasih untuk segala pengertian harsya buat ibu dan ayah.

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s