Menjadi pendamping diabetesi

Mamah saya divonis diabetes dari 10 tahun lalu, nenek saya dari mamah meninggal karena komplikasi diabetes 11 tahun lalu, nenek saya dari papah juga diabetesi masih bugar sampai sekarang.

Seminggu terakhir ini pembicaraan di rumah kecil selalu seputaran gula darah. Berawal dari mamah saya yang pernah bengkak sebadan-badan dan dokter memvonis bengkak jantung, berobat lalu sembuh. Kemudian tiba-tiba mamah harus masuk rumah sakit dan divonis ada kristal di ginjalnya, berobat lalu sembuh. Berlanjut bengkak lagi, ke dokter jantung di Bandung dan dokter mengatakan tidak ada masalah di jantung mamah memang ada penebalan otot jantung kemungkinan karena diabetes lalu dokter menyarakankan mamah untuk diperiksa oleh dokter ahli diabetes. Berselang beberapa bulan akhirnya mamah saya mau juga diperiksa ke dokter ahli diabetes ini, saya cari info sebanyak-banyaknya dan berakhir di dokter endokrin di rumah sakit dekat kantor saya.

Sebetulnya saya mengerti masalah psikologis yang mamah hadapi, siapa yang tidak bosan dengan minum obat terus menerus, membayangkan makan harus dibatasi sementara mulut doyan makan, lemes ngantuk tapi beser, sekarang obat berganti dengan suntik insulin belum masalah-masalah lain yang membuat diet dan obat tidak berjalan dengan baik.

Kunjungan pertama ke dokter endokrin seperti biasa saya menemani mamah bertemu dengan dokternya untuk memastikan mamah menyampaikan informasi dan mendapatkan informasi dengan benar. Benar saja, dokternya bilang kalo selama ini mamah saya salah memberikan treatment pada badannya

1. Ketika suntik insulin (ya, mamah saya hanya suntik insulin 1 kali untuk sepanjang hari). Bahwa dua jenis insulin yang diresepkan harus digunakan keduanya karena fungsinya beda Novorapid untuk setiap sebelum waktu makan dan Levemir untuk setiap malam. Ini penting karena jika salah salah satu tidak digunakan maka percuma saja.

2. Pola makan, dokter menyarankan mamah untuk bertemu ahli gizi supaya mamah bisa mengetahui pola makan yang benar. 9 bulan terakhir mamah memang tinggal dengan saya jadi otomatis saya yang bertanggung jawab pada menu makan setiap harinya kecuali weekend. Setelah mendengar penjelasan ahli gizi saya bisa menyimpulkan bahwa menu makanan yang saya sediakan sudah benar meski ada beberapa hal yang harus dihindari seperti seafood dan beberapa pucuk sayuran karena mamah saya asam urat dan kolesterolnya tinggi. Tapi….sekali lagi mamah saya pola makannya berantakan, bangun tidur ngemil karena laper, ngemilnya bisa apa aja yang ada toples yang rajin banget diisi sama mamah. Trus sering banget udah makan segala macem lalu laporan ke saya “duh lupa belum disuntik” :)) Laaaah… sering banget juga ga makan malem tapi cemilan malemnya tepung-tepungan semua. Plus..mamah saya orang sunda banget yang makan nasi kentang sama mi sama bihun😀 . Saya sendiri tahu bahkan sudah mengurangi karbo dalam makanan saya, gula, garam, penyedap rasa, berusaha nambahin bumbu untuk masakan saya dengan harapan saya mengubah asupan makanan yang dimakan mamah sedikit demi sedikit supaya lebih sehat. Kenapa? karena saya tidak mau mamah saya stress dengan diet lalu malah akhirnya males dan makan sembarangan. Buah yang selalu ada di rumah dengan alasan untuk cemilan Harsya sekarang sudah mulai merubah mamah untuk sering makan buah.

3. Pola hidup, mamah saya ibu rumah tangga yang aktif seluruh pekerjaan rumah dikerjakan sendiri. Semakin anak-anaknya besar dan bisa mengurus diri sendiri semakin banyak waktu yang mamah punya untuk istirahat. Akhirnya selesai makan, tiduran bahkan tidur nyenyak🙂 sementara itu gula dalam darah semakin menumpuk. Baru mulai semangat olahraga, selalu ada aja masalahnya. Terakhir sejak vonis bengkak jantung itu mamah ga bisa banyak bergerak karena ketika lelah pasti mamah sesak nafas. Saya sendiri ngarepnya setelah gula darah mamah semakin stabil bisa bikin mamah kembali olahraga sedikit-sedikit.

Dokter endokrin kemarin bilang “kita udah dikasih badan bagus-bagus berarti kewajiban kita buat jaga biar tetap sehat”, kata mamah ini yang sering diinget. Padahal ya…saya udah pernah bilang lho itu ke mamah tapi dianggap sambil lalu *nangis dipojokan

Anyway…selama sejarah mamah diabetes saya sering denger saran ini itu yang katanya bikin sembuh tapi dokter juga bilang “diabetes ini penyakit yang tidak bisa sembuh dalam artian perlu maintenance seumur hidup mungkin dibantu obat, suntik insulin atau ya perubahan gaya hidup“. Nurunin gula darah itu perlu bertahap, contoh gula darah mamah saya itu rata-rata diatas 270an, bahkan sebelum ke dokter endokrin kemaren malah 517. Sehari suntik dengan jadwal yang benar meski makan masih agak berantakan langsung turun dibawah 200 tapi mamah saya malah pusing sama lemes persis orang hipoglikemi. Pernah juga mamah rajin minum jus wortel sama mengkudu hasilnya gula darahnya drop terus diomelin dokter😀 ga usah ditanya deh itu segala pahit-pahitan yang udah mamah masukin ke mulutnya, memang benar semua itu menurunkan gula darahnya tapi kalau takarannya ga benar pasti ada efek buruk juga ke badannya.

Dokter mewanti-wanti untuk JAMU alias Jaga Mulut artinya menjaga asupan makanan yang masuk lalu jangan sampai hipoglikemi karena bahaya untuk tubuh mamah. Tes gula darah minimal seminggu sekali kalau memang sudah stabil pasti akan lebih ringan ke badannya. Disini perlu sekali niat, konsisten dan dukungan dari lingkungan.

Menjadi pendamping diabetesi buat saya otomatis merubah diri saya juga, bagaimanapun saya punya resiko kena diabetes karena faktor turunan atau malah gaya hidup saya yang berantakan. Dadah-dadah sama yoga sama lari :)) Kelebihan berat badan yang sudah menahun harus segera disingkirkan tapi makan enak kok doyan banget -_-. Berubah segera, berubah sedikit-sedikit semoga kita semua selalu sehat.

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s