LDR (Lagi)

Sekali-kali curhat di blog deh (padahal tiap posting juga curhat)

 

Jadi gini, beberapa hari lalu suami saya bilang kalau dia akan ditugaskan lagi ke luar kota. Ya saya pikir “no big deal” udah berbulan-bulan juga kan suami saya tugas luar kota tiap 2 hari dalam satu minggu. Tapi ternyata dia ditugaskan di luar kota untuk 3 hari kerja yang tersisa artinya dia akan tugas di luar kota selama seminggu dan meninggalkan saya dan Harsya selama hari kerja. Saya otomatis galau dong, 13 bulan hidup LDR setelah menikah lalu 14 bulan hidup serumah dan sekarang harus jauh lagi dalam keadaan kami sudah punya anak. Berat buat saya mengingat akan seperti apa nanti ketika suami tidak ada selama 5 hari, gimana Harsya yang biasa mandi pagi sama ayah lalu jalan-jalan pagi sama ayah lalu dieyong tidur malam sama ayah. Akhirnya yang saya pikirkan adalah bagaimana Harsya bisa menerima kalau ayahnya harus pergi selama 5 hari lalu bisa bersama ayah hanya  2 hari libur saja. Kalau soal saya sih sudah tidak usah ditanyakan lagi, bagaimana saya yang biasa bergantung sama suami soal segala macam mulai dari pekerjaan rumah  tangga sampai kehidupan di komplek tempat tinggal kami kembali harus mengurus semuanya sendiri. Ish…bos suami saya kok ya gitu amat sih?!

Saya mulai bersikap aneh sama suami, mulai dari merengek minta hal-hal yang sebetulnya ga saya butuhkan sampai hal yang tidak masuk akal sekalipun. Sampai akhirnya saya nanya “kenapa sih, ga orang lain aja? emang ga ada orang yang single? atau yang udah ga punya anak bayi kayak kita sekalian?”. Suami saya menjawab “udah dicoba sayang, ownernya nolak cv mereka” Huaaaaa….antara harus seneng atau emang nangis sesegukan. Berarti suami saya memang kualifikasinya cukup untuk mengerjakan pekerjaan itu tapi kenapa pekerjaannya menjauhkan dia dari kami keluarganya.

Berkali-kali setiap kali suami saya sounding soal harus kerja di luar kota saya pasti bilang “boleh kerja di luar kota, tapi gajinya sekian ya(jumlah yang ga mungkin didapat untuk engineer sipil kerja di perusahaan lokal) atau boleh kok keluar negeri gajinya harus segini ya (jumlah yang memungkinkan saya dan Harsya ikut dengannya)”. Saya punya keinginan kalau suami harus kerja di luar kota saya akan keluar kerja, kasian Harsya udah ga ketemu ayah lama masih juga harus ga ketemu ibu seharian. Tapi apa daya ya…

Hiks..

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s