Ternyata kenyataannya…

Bagaimana rasanya setelah 17 hari jadi Ibu? Hati bahagia banget! Fisik babak belur banget!
Jadi gini ya, kalau liat itu Kate Middleton udah senyum-senyum didepan kamera berapa hari setelah melahirkan dan dia bahkan ga peduli perutnya masih gelambiran itu wajar pake banget! Lah mau putri raja sekalipun abis ngelahirin rasanya kayaknya sama aja, cape. Boro-boro sempet mikirin ini itu.
Atau ini kasus saya aja ya?
Saya pulang dari RSIA itu dua hari setelah melahirkan dengan kondisi hb rendah dan hipotensi, luka jahitan yang sakitnya masih luar biasa serta kepala yang rasanya habis dihantam bandul raksasa. Asi yang waktu itu masih keluarnya setetes-setetes paling banyak pun 3 sendok. Badan stress, bahkan berlanjut hingga satu minggu kemudian. Satu hari saya terbangun dengan kondisi badan yang lemas dan kepala pusing, bahkan untuk ke kamar mandi saja butuh transit di beberapa tempat padahal jaraknya cuma 6 m. Sementara keinginan saya untuk terus menyusui si bayi yang memang sudah terlanjur diberi sufor ini masih sangat besar.
Saya banyak membekali diri dengan segala hal yang harus disiapkan pasca melahirkan untuk mengurus bayi, tapi saya lupa bahwa ternyata ibu nya juga harus mempersiapkan diri. Bahwa kesehatan ibu itu harus segera pulih, sementara hampir 2 minggu berlalu badan saya masih juga 5L karena anemia dan rariged alias serba ga enak. Bermalam-malam saya tidak bisa tidur nyenyak, bukan karena tangisan bayi tapi karena sakit bekas jahitan di parinea, sekalinya saya merasakan sakit tersebut hilang dan bisa tidur nyenyak dan besok harinya terbangun dengan sakit leher karena posisi tidur tidak baik.
Ternyata, selepas melahirkan bukan hanya luka jahitan yang lama sembuhnya, tapi juga proses menyusui yang memang perlu belajar. Percayalah, perpaduan sakit jahitan, bayi lapar dan susah latch on itu adalah “nikmat” yang luar biasa. Mau nangis? Coba aja kalau bisa.
Ternyata, untuk saya ada makanan seenak apapun dirumah tetap tidak bisa makan enak karena yang saya inginkan adalah semua rasa tidak enak di badan segera hilang. Dan kenyataannya obat yang bisa menyembuhkan segala ketidaknyamanan setelah melahirkan adalah jamu sehat bersalin!

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

2 thoughts on “Ternyata kenyataannya…”

  1. Ya penting dd bayinya sehat mba, rasanya melihat bayi yg harus dirawat inap krn ada indikasi infeksi dari air ketuban,,,sedih sekali (saat itu saya pikir lebih baik saya sj yg merasakan sakit dari pada melihat bayi saya disuntik antibiotik 2x sehari selama 5 hari)

    Semoga cepet pulih yah mba nina

  2. Iya, alhamdulillaah bayinya sehat selamat. Saya melihat bayi saya disunttik imunisasi saja rasanya tidak tega, bagaimana jika harus melihat berkali kali. Semoga bayinya selalu sehat ya mbak.
    Makasih ya mbak eno, sekarang saya sudah pulih dan bisa beraktifitas lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s