Pengalaman Pertama Jadi Ibu

Niat pengen banget gentle birth dan IMD tapi berakhir dengan harus ikutin aturan rumah sakit bersalin yang tidak membolehkan turun dari tempat tidur setelah bukaan 8 untuk meredakan nyeri kontraksi, posisi melahirkan dengan posisi ala sinetron dan bayi langsung diambil sesaat setelah dilahirkan. Ya sudahlah….

Bahagia setelah satu jam akhirnya bayi dibawa ke ruangan rawat untuk disusui, tapi ternyata menyusui dengan flat nipple itu sulit, disusul dengan nyeri luka jahitan sampai menggigil, minta tolong perawat dikira kontraksi rahim, pendarahan pasca melahirkan sampai pingsan dikamar mandi, hb turun dari 12 ke 7, tensi dari 120 ke 80 dan akhirnya anak diambil suster lalu dikembalikan esok paginya beserta dot dan sekotak besar sufor. Ya sudahlah…

Dikira setelah melahirkan badan akan kembali pulih dengan cepat, asi segera banyak, bisa menjauhkan anak dari sufor tapi ternyata tensi mentok di 100/60 kadang turun sampai 90/50, hb tidak kunjung naik, nafsu makan belum kembali meski selalu dipaksakan makan, asi banyak tapi badan belum mumpuni untuk memberikan asi 2 jam sekali dan akhirnya merelakan anak mendapat asip+sufor di malam hari. Ya sudahlah…

Bertekad tidak mengenalkan anak pada pospak sejak dini, tapi kasian dengan mamah yang membantu mengurusi cucu nya sambil mengurus anaknya yang tidak kunjung pulih pasca melahirkan plus harus mencuci banyak popok, pernel kadang baju sehingga akhirnya dipakaikanlah pospak setiap hari setiap saat. Ya sudahlah…

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

2 thoughts on “Pengalaman Pertama Jadi Ibu”

  1. teh, yang aku selalu inget.. every mom has her own battle.
    mau imd atau gak, sufor atau asi, pospak atau clodi.. tetep gak ada yang bisa nandingin kasih sayang seorang ibu ke anaknya.

    gak ada cara untuk jadi ibu yang sempurna, tapi selalu ada jalan untuk jadi ibu yang baik :*

  2. Ajeeeeng..bener banget
    Akhirnyaa aku ikhlasin aja biar ga jadi stress dan rasanya jadi jauh lebih ringan. Setelah dipikir masa depan anak ini jauh lebih penting daripada nyeselin yang udah lewat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s