Nangis lalu ketawa

Ketawa dulu sebelum nulis posting ini, lalu mulai serius

Jadi saya ini adalah orang yang gampang nangis kalau lagi marah. Jika orang lain akan meluapkan emosinya dengan marah, berteriak atau membentak maka saya akan menangis untuk itu. Kalau marah saya masih biasa, berarti ya biasa saja. Tapi kalau sudah menangis berarti itu marah saya udah luar biasa. Kadang ketika perasaan saya tidak beraturan, saya juga menangis sampai puas dan ini tanpa alasan sama sekali. Ya, perempuan.

Hanya saja, beberapa kali saya baca postingan bloger-bloger mengenai seberapa sering mereka menangis ketika hamil dan saya masih belum percaya. Lalu suatu saat terjadi percakapan ini dengan suami

Suami : “nah, makanya kita harus lebih perhatian sama orang tua. Mereka ini sudah berumur, sensitifitas mereka tinggi”

Istri : “iya”

Suami : “bagus, jadi jangan lagi keras kepala. Ingat lho, mereka ini sudah tua”

Istri : ” tapi mamah sama papah ga tua” (mulai ngotot)

Suami : “ya kenyataannya harus diterima, kalau kita semakin tua ya orang tua juga begitu”

Istri : “tapi mereka ga tua” (mulai nangis)

dan sementara suami ngotot dengan omongannya saya juga makin kenceng nangisnya. Keukeuh kalau orang tua saya tidak tua. Mereka ga akan tua! pokoknya gitu! Sampai akhirnya suami yang awalnya ngotot berhenti dan menenangkan saya dengan bilang “iya, mamah sama papah mah ga tua ya” lalu berhentilah nangis saya. Hahahaha…secemen itu doooong

And time flies, suami saya sakit memasuki hari ketiga. Dan kehamilan saya yang lagi lucu-lucunya ini kembali memproduksi air mata.

Istri : “sayang, sembuh atuh…sakitnya jangan lama-lama”

Suami :”iya, kasian ya istrinya. Udah lagi gini, suaminya sakit ga ada yang nyiapin makanan sama manjain”

Istri : “iya makanya sembuh atuuuuuh” (dengan nada tinggi siap nangis)

lalu istri ini tiba-tiba nangis sesegukan dan bilang supaya suami cepet sembuh istrinya cape dan stress ga bisa manja. Mungkin suami berpikir istrinya ini sangat sayang dan kasian karena dia sakit, padahal… hahahaha…

Dan malamnya saya melanjutkan keanehan saya dengan mengulang-ulang kalimat supaya pintu kamar dibuka ketika suami ke kamar mandi seperti orang ngigau. Terus komplain setelah suami kembali dari kamar mandi dan suami hanya bisa pasrah sambil bilang “maaf ya sayang, tadi lupa” sambil tarik selimut lalu tidur lagi.

Oh suamiku, maafkan istrimu ini dengan segala keanehannya.

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

1 thought on “Nangis lalu ketawa”

  1. tuhkan tuhkan tuhkan.. hahahahaha..
    aku dulu nangis sesegukan udah kayak korban KDRT cuma gara-gara mau kondangan jam 11 dan udah jam 10 suami belom mandi x))

    nikmatin teh, didepan sana makin banyak serunya hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s