Balada Pindahan Rumah

Saya sudah merasakan tinggal jauh dari rumah sejak SMP, meski cuma 3 bulan tapi cukup memberi pelajarn berharga tentang hidup mandiri. Yang awalnya tidak tahu apa yang harus disiapkan untuk pindah tempat tinggal samapai lancar banget kalau ditanya “mesti ngapain nih untuk persiapan pindahan?” Packing kalau traveling sudah sering, dan sudah lancar juga. Packing pindahan kamar kosan, sudah berkali-kali juga, dari yang cuma bawa bantal, guling, satu tas travel, sama backpack sampai yang harus sewa mobil pickup dengan segunung barang. Lalu semakin lama barang yang dibawa pindahan kosan semakin banyak juga, terhitung sudah 9 kosan yang saya singgahi. 7 di Bandung, dan 2 di Jakarta, Medan dan Pekanbaru tidak saya hitung karena memang saya tinggal bersama teman-teman di satu rumah yang disewa kantor.

Sejak sebelum menikah, saya dan suami memutuskan untuk tinggal di rumah kontrakan untuk alasan privacy. Karena kami menjalani hubungan jarak jauh, yang notabene hanya bertemu setiap weekend maka akhirnya dipilihlah sebuah rumah kontrakan untuk tinggal. Acara pindahan kosan ke rumah pun jadi cerita tersendiri, saya adalah orang yang suka babanda (sunda; mengumpulkan barang-barang rumah tangga) dan saya adalah orang yang tergila-gila dengan furniture maka jadilah pindahan kosan ke rumah ini sebuah pindahan besar dengan adanya lemari 3 pintu, lemari kecil, kulkas ukuran sedang, 1 single bed, meja TV ukuran sedang, meja komputer,  berdus-dus sepatu, berkotak-kotak pakaian, dan berdus-dus barang lainnya, termasuk 2 boneka besar teman tidur saya. Beruntung barang baru seperti mesin cuci, kompor gas, king size bed dan barang lain sudah diantar ke rumah kontrakan.

Sekarang, saya akan menghadapi pindahan rumah besar-besaran. Alhamdulillah sudah punya rumah sejak bulan Mei 2012, dan baru akan ditempati bulan depan karena alasan permintaan orang tua. Barang-barang sudah bertambah, perabotan di rumah baru juga sudah ada beberapa warisan dari mertua termasuk ranjang dan meja rias kayu jati, dan sebuah ranjang single besi yang akan dijadikan sofa karena furniture yang saya tidak punya hanya meja makan dan sofa. Sudah banyak dus yang saya siapkan untuk persiapan pindahan, mengingat barang yang saya punya semakin banyak. Saya ingin pindahan kali ini sukses sekalian de-cluttering rumah dan saya sudah banyak sekali mimpi saya tentang dekorasi rumah saya nanti.

Kebiasaan saya ketika pindahan pasti memisahkan barang sesuai jenisnya dan memasukkan kedalam dus kemudian diberi nama. Ini akan memudahkan saya ketika membongkar dus tersebut dirumah baru. Seringkali berbulan-bulan setelah pindahan rumah, unpack dus-dus ini baru selesai tapi sekali lagi untuk pindahan kali ini tidak dibatasi waktu karena itu rumah saya sendiri hadiah dari Papah. Minggu ini adalah longweekend yang memang long, biasa cuma 3 hari sekarang 4 hari dan lumayan untuk mulai packing barang-barang dirumah sekalian beres-beres segala barang. Decluttering itu harus nyicil karena bikin stress, packing juga tidak bisa mendadak karena akan berantakan. Saya terlatih membereskan barang-barang kosan hanya kedalam 4 dus besar, semoga kali ini saya tidak terlalu menambah banyak dus ketika pindahan.

Setelah ga sukses sama sekali packing ke dalam 4 dus besar akhirnya saya nyerah jadinya “yang penting beres”. Saya dapet sewa mobil pick up dari penjaga kosan dulu, dia punya kenalan sama mau bantuin angkut barang. Alhamdulillah dimudahkan. Mobil jadinya bolak balik 2 kali untuk angkut barang dari Sadangserang-Cijambe. Bayar sewa 250rb aja karena mobilnya punya si sopirnya sendiri, terus saya ngasih ke si aa penjaga kosan buat tips 150rb. Kasian, barang saya banyak banget dan berat-berat

Tips dari saya kalau buat yang mau pindahan rumah :

1. Tentukan dulu mau gimana konsep rumah baru, kalau kira-kira mau sama ya udah cuma siapin fisik untuk beres-beres

2. Cari mobil yang untuk ngangkut barang, kalau di Bandung saya biasa nyari di daerah Dipati Ukur banyak yang mangkal disana

3. Siapkan kardus/box plastik untuk merapikan barang-barang. Usahakan untuk barang pecah belah di bungkus koran tebal supaya bisa meredam getaran dan ga bikin pecah.

4. Barang elektronik masukkan kembali ke kardus kemasannya karena biasanya sudah ada pelindungnya. Setelah permanen tinggal di satu tempat kardusnya bisa dibuang.

5. Barang-barang yang bisa di bongkar pasang lebih baik di bongkar, kecuali barang dari serbuk kayu karena jika dibongkar biasanya kita tidak bisa memasang skrup ditempat yang sama karena akan rapuh sambungannya

6. Pisahkan barang berharga, sertifikat rumah, SK kerja dll di satu tempat yang mudah dicari. Kalau bisa ini tidak akan ikut ke mobil angkut barang,

 

Semoga pindahan kali ini berjalan lancar dan semua barang selamat sampai tujuan.

 

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s