IMBO (In My Bodo2 Opinion)

Beberapa hari ini berita selalu seputaran BBM yang katanya akan naik ke harga 6000, dan ini berdampak ke demo besar-besaran di beberapa kota. Demo yang katanya menolak kenaikan BBM dan yang katanya juga membela hak orang kecil. Oke let’s share some of my opinion

Saya secara pribadi tidak terpengaruh dengan kenaikan BBM (premium) karena saya tidak menjadikan premium sebagai bahan bakar kendaran pribadi saya. Alasannya, bukan karena katanya BBM bersubsidi untuk orang yang tidak berarti saya merasa mampu. Tapi karena dengan menggunakan Pertamax (Pertamina) Primax 92 (Petronas) bahan bakar saya lebih hemat, tarikan motor saya lebih enak dan saya merasa motor saya lebih “bersih”.

Lalu bagaimana dengan kenaikan bahan-bahan pokok, ongkos angkutan umum, dan biaya-biaya lainnya seperti TDL?  Baiklah, sedikit klise tapi saya berdoa apapun yang terjadi saya memohon rejeki saya dicukupkan. Dicukupkan untuk membiayai seluruh kebutuhan hidup saya dan keluarga. Simple kan? tapi kenyataannya tidak semudah itu, karena itu berarti saya harus berpikir ulang mengenai rencana keuangan saya dan masa depan keluarga saya. Kenaikan BBM itu 1500/lt tapi SBY memang mengkompensasi itu dengan kenaikan gaji 10%, kenaikan biaya produksi pasti berdampak pada kenaikan harga jual apalagi untuk barang-barang kebutuhan pokok yang mau tidak mau masyarakat pasti membelinya, jadi secara sederhana saja kenaikan BBM ini tidak terlalu berpengaruh besar.

Bagaimana dengan orang kecil? saya akan menggaris bawahi ini. Menurut saya, rakyat itu dibagi dua yaitu ; golongan malas dan golongan rajin. Bukan berarti kalau dia PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta, karyawan perusahaan multinasioanl, pedagang, pengusaha, pekerja rumah tangga adalah golongan rajin, sedangkan pengangguran itu golongan malas. Ini soal moralitas, dimana meskipun dia karyawan bisa saja dia orang malas. Rakyat miskin? mereka adalah pekerja keras yang paling tangguh yang saya tahu. Kenapa? karena dengan kondisi keuangan mereka yang tipis mereka masih bisa bekerja keras demi kebutuhan hidup. Mereka bukan orang kecil yang tidak mampu. Mengenai orang yang kurang beruntung dengan keadaan ekonomi, coba lihat saja ada yang orang yang kurang beruntung dan sibuk memaki hidup ada juga yang sibuk memungut sekedar paku di sungai atau selokan demi bisa dijual. Jadi sebetulnya saya bingung dengan apa yang diperjuangkan para pendemo ini, BBM yang diusahakan tetap di harga 4500, menggulingkan pemerintahan presiden sekarang, atau sedang berusaha membuat pencitraan?

Ada yang mengatakan BBM naik, korupsi merajalela. Korupsi itu soal moral. Koruptor itu pencuri, mereka berbuat kotor dengan mengambil uang rakyat. Pajak kita bayar, tapi tidak dinikmati rakyat banyak. Yang kaya makin kaya, yang miskin tetap miskin. Ini karena semua dinilai dengan uang, bukan dengan kecukupan. Bukan berarti saya tidak butuh uang, tapi ini soal pola pikir. Tidak ada kaya dan miskin, yang ada cukup dan tidak. Gaya hidup mana yang mau dipilih, gaya hidup sinetron dengan rumah besar, mobil mewah, punya perusahaan, deposito besar, bisa berlibur keluar negeri, bahkan ada yang “melarikan diri” ke luar negeri karena demo BBM naik ini mengganggu lho. Atau gaya hidup berke”cukup”an saja, cukup untuk menyambung hidup, cukup untuk berusaha, cukup untuk beribadah. Lalu bagaimana biar cukup? ya berusaha! Mungkin di pikiran presiden kita menaikkan harga BBM ini adalah usaha untuk membuat cukup.

Bukan saya tidak peduli, tapi mari lihat seberapa banyak yang dirugikan dengan demo ini. Mahasiswa meninggalkan bangku kuliah untuk demo, pekerja telat datang ke kantor karena demo, karyawan pemerintahan tidak bisa bekerja karena terhalang demo, aparat kerja tanpa henti demi menjaga takut-takut ada demo anarkis, dibagian yang lain para keluarga yang menunggu dirumah khawatir anaknya, suaminya, ibunya, saudaranya terjebak demo. BBM naik ini disikapi dengan bijak, kita bangsa cerdas yang tentu bisa berlaku lebih pintar. Mau demo sampai kapan? Mau menimbun sampai kapan?

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s