Jodo Mah Jorok

“Jodo mah jorok neng” kalimat pendek dari Kang Riki, teman satu angkatan BHMN ITB 2008. Kalimat yang dikeluarkan ketika saya mengalami patah hati luar biasa tahun kemarin.

“Assalamu’alaykum. Mohon Do’a Restu. Alhamdulillah hari ini Rabu, tgl 5 Jan 2011 di Surare-Sukabumi telah dilaksanakan Akad Nikah Puji Subakti & Ema Permana Sari”
SMS dari Puji, teman satu angkatan BHMN ITB 2008.

“Aku mah Teh ya, kata Ibu aku nikahnya nanti aja. Masih muda ini, punya rumah dulu, sukses dulu” ucap Puji di suatu hari bulan Agustus 2009. Hari itu saya baru saja pindahan kosan dibantu oleh Kang Riki, Puji, Kus, dan Galuh. Dan ketika sedang beristirahat sambil tidur-tiduran di kasur tiba-tiba datanglah pembicaraan tentang pernikahan.

Sekarang saya berpikir, jodoh itu benar-benar jorok. Datangnya bisa darimana saja, dimana saja. Puji teman saya sudah membuktikannya, umurnya belum 25 tahun, dan yang saya tahu rumahnya saja belum berdiri. Tapi ketika jodoh itu memang sudah sampai akhirnya dia menikah dengan orang yang dulu tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Barokallulakum wajama’a bainakum filkhoir
Selamat menempuh hidup baru PujiSubaktiTemanNinaAnakIE dan Ema P Sari

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s