It’s you!

Aku pertama kali melihatnya di sebrang bundaran itu. Satu sosok yang berusaha aku ingat, benarkah dia? Sampai akhirnya dia berdiri dihadapanku, mengulurkan tangannya untuk berjabat.

Raut wajah yang baik, ceria dan jahil. Dia membuat dirinya terlihat apa adanya, tanpa berusaha menjaga agar dirinya terlihat tetap baik. Semua obrolan mengalir ringan, bahkan tanpa sungkan saling mengejek. Dia memang apa adanya, tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi.

Sudah sekian lama, dan aku masih bisa melihatnya seperti pertama kali aku melihatnya.

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s