Buset! Pakai Navigasi GPS Malah Kesasar

Judul yang sama persis dengan artikel ini. Setelah membaca artikel itu saya jadi tersenyum malu karena pernah mengalami hal yang sama persis di Jakarta. Masih jelas ingatan saya tanggal 20 Juni 2010 ketika saya mengalami insiden nyasar karena terlalu percaya pada GPS. Waktu itu saya pulang mengantar teman ke kosannya setelah pulang dari PRJ. Karena tidak tahu arah menuju Cempaka Putih akhirnya saya memutuskan menggunakan GPS dari ponsel yang baterainya sudah lemah. Ini memang sangat nekad, karena hari itu saya mengelilingi Jakarta dengan mengendarai hanya bermodalkan GPS.

Cempaka Putih Barat VIII–>Drive To, lalu saya mulai memacu avanza hitam dalam kecepatan sedang. Lalu keanehan dimulai, karena ternyata GPS membawa saya memasukin pasar yang memiliki jalan kecil, melewati gerobak-gerobak kosong, pasar yang sudah sangat sepi, perkampungan kecil dengan bapak-bapak yang kebingungan kenapa bisa ada mobil lewat daerah mereka, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mematikan lampu mobil saja. Beruntunglah saya karena akhirnya kembali menemukan jalan besar, tapi percuma waktu sudah menunjukkan hampir jam 12 dan tentu saja ponsel saya akhirnya mati kehabisan baterai. Saya sudah terlalu lelah untuk menyetir, sedangkan besok pagi harus kembali bekerja. Sempat terpikir untuk kembali ke Bandung malam itu juga, “biar cape sekalian” pikir saya waktu itu. Tapi karena mengingat masih ada seseorang yang menunggu kabar dari saya, dan dia sudah panik karena ponsel saya tidak bisa dihubungi dan akhirnya dia menghubungi teman saya. Akhirnya dengan terpaksa dan sedikit panik saya mengatakan kalau saya tidak tahu saat itu berada dimana dan memutuskan untuk kembali ke Bandung malam itu juga. Dan tentu saja dia tidak mengizinkan, dia menyuruh saya kembali ke kosannya untuk menjemputnya dan dia akan mengantarkan saya ke hotel terdekat.

Saya kembali memacu mobil dengan pelan setelah berhenti sebentar karena sempat berdebat dengan teman, bermodalkan penunjuk jalan saya mencari jalan untuk kembali ke arah Monas. Saya pikir dari Monas saya akan tahu jalan menuju kosan teman saya itu. Dan “viola!” akhirnya saya berhasil sampai di Kampung Bali dalam waktu hampir 1 jam dan itu berhasil membuat teman saya gusar karena khawatir. “maaf Mas, aku ga akan ngelakuin itu lagi deh”

Pelajaran pada hari itu adalah, jangan terlalu percaya pada GPS dan jangan pernah nekad mengendarai mobil malam-malam tanpa tahu jalan.

*Happy travelling everybody*

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s