Langkah Kaki

Kadang ketika lelah luar biasa dengan segala rutinitas biasanya melangkahkan kaki adalah obat yang mujarab.

Melangkah pelan, menikmati setiap denyut kota dengan segala debu polusi yang kotor. Sekilas melihat pengemis, pengamen, pengendara sepeda, pengendara motor, penumpang angkot, pengemudi Mercy atau Jaguar, dan segala sumpah serapah yang ada di jalanan. Hanya untuk menghilangkan penat dengan menikmati kepenatan lain, hanya untuk sadar bahwa lelahku ini biasa saja.

Melangkah cepat, untuk berusaha mengejar atau menghindari sesuatu. Dengan nafas yang terengah dan degup jantung yang semakin kencang semua terasa menegangkan. Rasanya tarikan nafas itu adalah yang terakhir.

Intinya setiap langkah adalah keputusan yang memang harus dipilih.

Mudah-mudahan saja aku tidak terjatuh lagi karena memilih langkah yang salah

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s