BAJAJ (read : Bajay)


Tiba-tiba aja pengen nulis tentang bajaj, kendaraan yang biasanya aku lihat di Jakarta. Soalnya klo di bandung kan ga ada.

Awalnya karena setelah makan siang tadi melihat seorang ibu-ibu mengendarai motor matic di lampu merah dekat fly over di taman sari. Sebenarnya waktu itu lampu masih merah, tapi si ibu itu melewatinya begitu saja, yang membuatku jadi ingat bajaj adalah ibu itu tancap gas seperti yang motornya akan melaju dengan kecepatan diatas 60km/jam, tapi ternyata???kayaknya 20km/jam aja ngga ^_^ Bajaj juga kan gitu, kayak bakal kenceng banget jalannnya, padahal aslinya lambat banget.

Jadi ingat seorang teman yang bercerita tentang sebuah pendapatnya soal bajaj. Kendaraan yang menurut dia adalah kendaraan paling lucu, soalnya si sopir bajaj tuh tancap gas kayak bakal kenceng banget, padahal aslinya cuma maju berapa meter doang
.

Bajaj diketahui berasal dari India . Nama bajaj sendiri sebenarnya merupakan merek salah satu perusahaan otomotif di India, Bajaj Auto. Bajaj menjadi lebih dikenal lagi setelah adanya Bajaj Bajuri , serial komedi yang bercerita tentang seorang supir bajaj. Belakangan, karena diketahui sebagai sumber polusi, bajaj di Jakarta akan segera diganti dengan kendaraan mini lainnya, Kancil (Nyolong dari wikipedia)

Ada temanku yang lain juga bercerita soal bajaj. Menurut dia, sopir yang paling ga sopan adalah sopir bajaj, soalnya si sopir bajaj ini suka naikin sebelah kakinya ke setir bajaj. Trus ada juga temanku yang bilang, kalo kendaraan paling mistis di jakarta adalah bajaj, soalnya hanya sopirnya dan Tuhan yang tau kemana bajaj akan belok (yaaa, berhubung kalo di lihat2 lagi sepertinya lampu sign di bajaj memang ga ada yang berfungsi). Trus kendaraan paling sakti juga bajaj, coba aja liat, dari yang cuma di tumpangi oleh 3 orang atau lebih, di tumpangi oleh barang2 yang berjubelnya minta ampun, sampe ada orang yang pindahan barang2 rumah juga pake bajaj. Segala kasur, lemari plastik, baju, ampe barang2 lainnya dinaikin dalam satu bajaj, Sakti kan kendaraan yang satu ini???

Padahal klo nyolong dari wikipedia lagi nih : Kapasitas penumpang bajaj adalah dua, atau ditambah satu anak kecil, yang semuanya akan duduk di belakang supir bajaj. Suara bajaj sangatlah memekakkan telinga. Namun, karena fisiknya yang relatif kecil, bajaj dapat diandalkan untuk menerobos kemacetan ibu kota.

And trust me, tanpa bermaksud menghalangi rejeki tukang bajaj, naek bajaj tuh ga enak..turun dari bajaj telinga berasa pengang, mata berkunang2 ga jelas, nafas jadi sesak gara2 kebanyakan ngisep asap knalpot bajaj, ditambah rasanya jalan juga jadi ga seimbang setelah turun dari bajaj. Nawar ongkosnya juga susah (atau mungkin dasarnya aja ga bisa nawar), masa dari grogol ke roxy minta ongkos 15rebu, padahal kan ga jauh2 banget, di tawar 7000, eh si sopir bilang “Naek yang laen aja lah neng klo cuma 7000 mah” dengan logat betawi banget.

Hmmm…yah tapi at least, pengalaman naek bajaj ini jadi nambah daftar kendaraan yang udah di tumpangin. Setelah mobil pribadi, angkot, bis antar kota, metro mini, motor, becak konvensional, becak bermotor di daerah sumatera utara, delman, sepeda, pesawat, kapal laut, kereta api trus ditambah bajaj. Mungkin lain kali aku akan menceritakan soal kendaraan lain yang pernah aku tumpangi.
^_^

Author: Nina Lestari

Daughter, Sister, Lover, Worker, Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s