Perempuan dan Ibu Hamil

“Benci sama ibu-ibu hamil yang tiba-tiba minta duduk. Ya gue tahu lw hamil tapi plis dong berangkat pagi. Ke stasiun yang jauh sekalian biar dapat duduk, gue aja enggak hamil bela-belain berangkat pagi demi dapat tempat duduk. Dasar emang enggak mau susah.. ckckck.. nyusahin orang. kalau enggak mau susah enggak usah kerja bu di rumah saja. mentang-mentang hamil maunya dingertiin terus. Tapi sendirinya enggak mau usaha.. cape dehh,”

 

Hari ini tiba-tiba timeline media sosial ramai sekali dengan komplain seorang perempuan terhadap ibu hamil yang minta tempat duduk di kendaraan umum. Waktu awal baca kalimat dari perempuan itu saya langsung merasa marah lalu kemudian kasian sekali sama perempuan tersebut. Meski yang  dia katakan mengenai berangkat lebih pagi untuk dapat tempat duduk dan jangan nyusahin orang itu benar tapi hal tersebut tetap terlihat salah ketika menyangkut ibu hamil dan kendaraan umum.  Saya menulis ini dengan harapan banyak perempuan-perempuan lain mengerti seperti apa keadaan seorang ibu hamil.

1. Ibu hamil minta duduk itu wajar… saya baru lewat 7 bulan dari melahirkan setelah mengalami 9 bulan kehamilan dan selama kehamilan itu juga saya naik kendaraan umum pulang pergi ke kantor. Meski memang saya dan suami selalu berusaha untuk naik kendaraan yang kosong supaya bisa duduk dengan lebih nyaman. Meski tidak semua ibu hamil merasakan hal yang sama tapi kebanyakan pasti merasa sangaaaat lelah jika terlalu lama berdiri. Waktu masih hamil muda kelamaan berdiri bikin pusing, udah lewat masa ngidam kelamaan berdiri juga pegel luar biasa, kaki kesemutan pinggang rasanya mau patah belum perut juga rasanya tegang. Jadi tolong banget, buat para penumpang kendaraan umum mengalahlah sama ibu hamil kasih mereka tempat duduk, jika merasa sama-sama lelah buat saja kesepakatan untuk bergantian tempat duduk dengan ibu hamil tersebut. Hal ini pasti akan sangat membantu, dengan menolong ibu hamil berarti menolong dua jiwa lho. Pahalanya pasti double juga.

2. Berangkat lebih pagi biar dapet tempat duduk enak, bener banget yang dibilang sama perempuan ini di keluhan yang dia tulis. Tapi mau tau ga rasanya pagi itu seperti apa buat kebanyakan ibu hamil? Bangun tidur aja prosesnya panjang, waktu hamil muda morning sick membuat aktivitas pagi hari jadi lebih banyak, waktu hamil udah gede kebanyakan ngalamin susah tidur karena posisi tidur serba salah otomatis jadi bikin lebih lama di tempat tidur. Jadi bukan maunya si ibu hamil untuk berangkat terus tau-tau jalanan udah macet, kereta dan angkot hanya tersedia tempat untuk berdiri, angkot sudah berdesak-desakan sementara naik motor pun sudah tidak nyaman.

3. Nyusahin orang, masalah bukan ada di ibu hamilnya, Dear…tapi ada di kamu perempuan yang mungkin suatu saat akan hamil juga dan hey, apakah kamu sudah kehilangan simpati pada lingkungan sekitar? Kecuali ada yang ibu hamil yang berniat nyusahin kamu dengan permintaan mengada-ngada seperti tiba-tiba minta kamu lari-lari di kereta bolak balik, minta tempat duduk adalah hal yang sangat wajar.

4. Klo ga mau susah ga usah kerja, semua ibu punya alasan dan kepentingan masing-masing kenapa masih tetap bekerja lho..

5. Maunya dingertiin tapi sendirinya ga mau usaha, meminta hak untuk duduk adalah salah satu usaha dan tentu saja sebagai sama-sama perempuan mengertilah karena meski tidak sedang hamil pun pasti maunya dimengerti juga kan?

6. Berpikir positif, mungkin memang ada perempuan yang berbohong ngaku-ngaku hamil padahal dia cuma gendut. Tapi banyak juga ibu hamil yang udah hamil 6 bulan perutnya masih belum keliatan membulat.

 

Tulisan di atas seperti pembelaan diri dari seorang perempuan yang pernah hamil. Tapi saya juga ingin para ibu hamil tau bahwa meminta tempat duduk di kendaraan umum, didahulukan di antrian, atau meminta seseorang mematikan rokok itu ada etikanya. Meminta dengan sopan dan santun, beritahukan bahwa sedang dalam keadaan hamil dan perlu tempat duduk atau tidak bisa berdiri lama untuk antri atau berusaha untuk hidup sejauh mungkin dari asap rokok. Jika ada yang menanggapi negatif berusahalah untuk sabar karena ingat bayi yang ada di perut pasti ngerasain emosi ibunya juga. Sebisa mungkin menghindar dari keadaan yang memang akan menyulitkan diri sendiri, memudahkan orang lain pasti akan membuat kita diberi kemudahan juga.

 

Bersimpati dan berempati yuk, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman untuk semuanya

 

[REVIEW] Oriflame Pure Colour Lipstick

Kali ini saya mau cerita soal salah satu koleksi lipstik yang saya miliki.  Saya selalu tertarik dengan warna lipstik yang cenderung berwarna orange, alasannya sederhana ga pede klo pake lipstik warna cenderung pink. Ini lipstik pure colour soft coral, saya pribadi suka dengan wadahnya yang berwarna hitam dengan tutup transparan karena bikin lebih mudah pilih-pilih warna.

C360_2014-04-08-23-40-20-900

 

Saya order lipstik ini ketika sedang diskon dari harga normal Rp.45rb jadi Rp.19.900 , jadi ya pikir ya lumayan lah untuk coba-coba. Setelah dicoba ternyata hasilnya sheer banget malah hampir tidak terlihat di bibir saya yang cenderung gelap.

C360_2014-04-08-23-41-25-411

 

Review :

 

(+) oke untuk tampilan yang sedikit glossy tanpa pake lipgloss.

(+) wadahnya bikin enak pilih-pilih warna

(+) warnanya sheer banget, jadi cocok buat yang ingin terlihat tetap natural dengan lipstik

(-) ga tahan lama dan gampang banget kehapusnya, ya judulnya memang lipstik untuk touch up sih.

Repurchase : No, karena saya bukan orang seneng touch up, jadi pasti pengennya lipstik yang sekali pake aja terus tahan lama.

 

LDR minggu #1

Ga ada yang mudah ketika mengawali sesuatu. Minggu kemarin ada minggu pertama saya dan suami kembali berjauhan, rasanya berat banget buat saya yang terbiasa segala suami. Berusaha menerima keadaan dan menjalani sebaik-baiknya tapi hasilnya adalah :

 

1. 3 hari pertama saya selalu sakit kepala, kenapa? ga tau karena kurang minum, memang sedang flu atau malah karena stress

2. Dateng ke kantor selalu terlambat minimal 1 jam, seringnya1,5 jam tapi pulang tetep teng go, alesannya? ya gimana pagi harus masak, mandiin Harsya, siap-siap ini itu baru bisa berangkat jam 8 pagi. Kenapa ga bangun lebih pagi? Harsya paling bete klo bangun tidur ibu ga ada disampingnya. Jadi default saya bangun memang jam 5 pagi.

3. Saya baru bisa tidur jam 10 malem lewat karena pulang kerja disambut Harsya yang nempel terus ke Ibu sampe dia sendiri ngajakin tidur sekitar jam 8 maleman. Lalu beres-beres dan bersih-bersih rumah baru deh bisa tidur. Ngobrol sama suami sekarang cuma kalo ga ngantuk-ngantuk banget.

Begitulah review saya selama seminggu ga ada suami tiap hari kerjaannya muter disitu, Semoga ga perlu waktu lama untuk kembali bisa ngatur jadwal dengan baik.

Galau

Akhir-akhir ini banyak sekali yang mampir di pikiran saya.

Sebetulnya semua ini masih muter-muter di tempat yang sama. Jadi, saya keterima jadi dosen di dua tempat yang berbeda dan keduanya sama-sama menawarkan pekerjaan tetap. Lalu tiba-tiba kemarin saya mendapat kabar kampus yang menjadi target saya untuk jadi dosen sedang membuka lowongan dosen tetap, sementara dua kampus sebelumnya sudah menyatakan SK pengangkatan sudah keluar. what to do????

Menjelang kepergian suami ke ibu kota dan kota sebelahnya makin banyak sekali yang harus dipikirkan, rumah, pekerjaan dan ANAK serta segala macamnya. Mau ga mau akhirnya saya menyetujui kepergian suami ke ibu kota. Ya, sukses nangis di ruangan kerja sesaat setelah menutup telepon dari suami.
Sekarang Harsya pinternya luar biasa, kalau Ibu dan Ayah pulang kerja dia bisa lho nahan kantuk karena masih ingin main dengan kami. Bahkan tadi malam dia masih bisa teriak-teriak girang sambil matanya kadang tiba-tiba merem sebentar. Nah, beberapa hari ini saya diantar pergi ke pagar tanpa senyumannya. Mulutnya terkatup rapat kadang malah manyun maksimal, cium tangan ga mau, dicium pipinya cemberut bahkan kadang sembunyi di gendongan Uminya. De…Ibu harus gimana???

 

 

 

LDR (Lagi)

Sekali-kali curhat di blog deh (padahal tiap posting juga curhat)

 

Jadi gini, beberapa hari lalu suami saya bilang kalau dia akan ditugaskan lagi ke luar kota. Ya saya pikir “no big deal” udah berbulan-bulan juga kan suami saya tugas luar kota tiap 2 hari dalam satu minggu. Tapi ternyata dia ditugaskan di luar kota untuk 3 hari kerja yang tersisa artinya dia akan tugas di luar kota selama seminggu dan meninggalkan saya dan Harsya selama hari kerja. Saya otomatis galau dong, 13 bulan hidup LDR setelah menikah lalu 14 bulan hidup serumah dan sekarang harus jauh lagi dalam keadaan kami sudah punya anak. Berat buat saya mengingat akan seperti apa nanti ketika suami tidak ada selama 5 hari, gimana Harsya yang biasa mandi pagi sama ayah lalu jalan-jalan pagi sama ayah lalu dieyong tidur malam sama ayah. Akhirnya yang saya pikirkan adalah bagaimana Harsya bisa menerima kalau ayahnya harus pergi selama 5 hari lalu bisa bersama ayah hanya  2 hari libur saja. Kalau soal saya sih sudah tidak usah ditanyakan lagi, bagaimana saya yang biasa bergantung sama suami soal segala macam mulai dari pekerjaan rumah  tangga sampai kehidupan di komplek tempat tinggal kami kembali harus mengurus semuanya sendiri. Ish…bos suami saya kok ya gitu amat sih?!

Saya mulai bersikap aneh sama suami, mulai dari merengek minta hal-hal yang sebetulnya ga saya butuhkan sampai hal yang tidak masuk akal sekalipun. Sampai akhirnya saya nanya “kenapa sih, ga orang lain aja? emang ga ada orang yang single? atau yang udah ga punya anak bayi kayak kita sekalian?”. Suami saya menjawab “udah dicoba sayang, ownernya nolak cv mereka” Huaaaaa….antara harus seneng atau emang nangis sesegukan. Berarti suami saya memang kualifikasinya cukup untuk mengerjakan pekerjaan itu tapi kenapa pekerjaannya menjauhkan dia dari kami keluarganya.

Berkali-kali setiap kali suami saya sounding soal harus kerja di luar kota saya pasti bilang “boleh kerja di luar kota, tapi gajinya sekian ya(jumlah yang ga mungkin didapat untuk engineer sipil kerja di perusahaan lokal) atau boleh kok keluar negeri gajinya harus segini ya (jumlah yang memungkinkan saya dan Harsya ikut dengannya)”. Saya punya keinginan kalau suami harus kerja di luar kota saya akan keluar kerja, kasian Harsya udah ga ketemu ayah lama masih juga harus ga ketemu ibu seharian. Tapi apa daya ya…

Hiks..

Tender Care by #Oriflame

Tender CareIni namanya Tender Care, krim kecil tapi manfaatnya banyak banget. Krim ini bisa buat bibir, kelopak mata, sikut, lulut, atau bagian-bagian kering lainnya.
Awal saya coba produk ini tahun 2010. Seorang mahasiswa menawarkannya untuk saya, murah cuma 34rb an waktu itu.

Setelah dicoba selama beberapa hari beberapa bagian kulit yang kering mulai lebih lembab dan rasanya lebih enak dilihat.

http://id.oriflame.com/products/product-detail.jhtml?prodCode=1276

Kepepet Marmet

Pasti udah banyak banget busui yang denger kata marmet. Saya ini termasuk yang udah denger, baca dan nyobain praktek tapi gagal terus. Banyak banget video marmet ditonton tapi kok ya hasilnya sama aja sehingga akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan breast pump. Andalan saya sampai saat ini masih Avent Philips manual dan Medela swing hinggga akhir tahun ini masa sewa Medela swing saya habis. Saya memang memutuskan untuk sewa Medela Swing dulu untuk tahu sejauh apa performance bp ini sedangkan yang Avent Philips memang membeli karena saya yakin dengan kualitasnya.

Hari ini saya sengaja berangkat agak siang karena Harsya tidak ada yang mengasuh dan untuk membawanya lagi ke kantor rasanya egois banget. Cuaca hari ini mendung dan hujan di setengah perjalanan menuju kantor. Dengan yakin saya menggantungkan cooler bag, menyampirkan tote bag dan berangkat mengendarai motor ke kantor. Bahkan saya sempat memasukan minuman kaleng ke cooler bag dan ternyata ketika sudah waktunya pumping… ZONK!! ternyata di cooler bag hanya ada 4 botol kaca, blue ice dan tuas pompa asi. Hahahaha…ini antara merasa bodor dan bingung sebetulnya. Lah terus gmn?

Saya : help
Saya: demi apa ini pompa asi aku ketinggalan
Saya : jadi aku cuma babawa cooler bag sama tuas breaspump aja

ajeng: marmet dong teh ah
ajeng: sini kursus sama aku

Emang ibu satu ini salah satu andalan saya untuk bertanya soal asi. Karena terdesak akhirnya saya memutuskan untuk mencoba lagi marmet. Terakhir saya marmet adalah ketika kami sekeluarga pergi keluar kota dan saya lupa untuk membawa pompa asi. Akhirnya saya coba marmet meski hasilnya tumpah kemana-mana dan pd sakit tapi lumayan daripada bengkak. Kemudian saya coba teknik marmet ini bahkan langsung ditampung di botol kacanya dan saya bisa dapat sekitar 150ml, dikira-kira aja sih soalnya kan botol kaca ga ada takarannya. 150 ml itu karena udah pegel dan leher saya yang masih sedikit kurang nyaman setelah kecelakaan kecil beberapa minggu lalu masih belum pulih. Saya langsung jumawa, bangga dengan pencapaian saya. Hahaha..akhirnya saya bisa teknik marmet ini karena kepepet. The power of kepepet emang biasanya menghasilkan sesuatu yang membahagiakan. Jadi keinginan membeli Medela Swing masih harus dipenuhi ga ya?